Model jurnalisme (sebuah media massa) menjadi sangat penting untuk ditentukan dalam rangka “tetap survive dan eksis” di tengah kemunculan teknologi digital yang membuat model bisnis media berubah saat ini. Teknologi digital memungkinkan pertumbuhan media sosial yang mengubah pola komunikasi sosial warga di internet, pola iklan perusahaan, dan pola konsumsi informasi. Muncul kompetisi antara platform vs publisher. Kondisi ini menuntut media untuk mencari model bisnis baru. Model yang unik dan tidak lagi bisa disebut siapapun bisa melakukannya. Read more

Persaingan berkarir di organisasi internasional itu sangat berat. Karena peluangnya yang sedikit tapi diperebutkan oleh banyak orang. Otomotis akan banyak yang gagal daripada yang berhasil. Jika mengalami kegagalan dalam bersaing, maka hal yang harus dilakukan tidak lain adalah terus berusaha, berdoa sambil melakukan riset (analisa peluang). Jarang ada orang yang berhasil dalam usaha pertamanya.

Demikian pernyataan dan juga tips tips atau strategi memperebutkan karir di organisasi internasional seperti halnya PBB yang disampaikan oleh Adib Zaidani Abdurrahman, SE. pada acara diskusi bertajuk “NGALIR TALK” yang diselenggarakan oleh Laboratorium Diplomasi Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Rabu, 8 September 2021 secara daring. Diskusi dipandu oleh  asisten laboratorium Diplomasi Prodi HI FPSB UII, Agus Dzuriana Poetra.

Dalam penjelasannya, alumni Prodi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII angkatan 2002 yang saat ini sedang mengemban amanah sebagai Sekretaris Pertama Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York menerangkan bahwa untuk berkarir di organisasi internasional seperti PBB bisa ditempuh melalui 2 jalur. Jalur pertama menurutnya adalah jalur administrative, dimana pada jalur ini banyak yang berusaha bekerja dari level technical yang kemudian secara bertahap (membutuhkan waktu lama untuk menimba pengalaman) bisa mencapai posisi P, P1, P2 dan seterusnya. Sedangkan jalur kedua merupakan jalur khusus yang bisa ditempuh oleh fresh graduate dengan kompetensi tinggi.

Hal tersebut berbeda untuk jalur menjadi seorang diplomat. Khusus untuk diplomat, maka seseorang wajib melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Tantangan untuk bisa bekerja di organisasi internasional selain berat akibat banyak peminat, biasanya juga berat akibat kurangnya skill atau kemampuan yang dimiliki hingga kurang memenuhi kriteria yang diharapkan. Oleh karena itu, perlu usaha keras mengasah skill melalui internet sembari terus mencoba membuat porto folio diri melalui tulisan di banyak media, opini yang konstruktir, membuat analisa-analisa dan masih banyak lagi. “Saat ini lebih sulit lagi karena dituntut berdiploasi secara virtual. Ini sulit sekali tapi kita harus terus berkembang. Porto folio yang bagus akan sangat baik (sebagai modal) untuk para fresh graduate”, ungkapnya.

Sosok yang sudah berkarir di KEMENLU sejak 2008 silam ini pun berpesan agar para mahasiswa mulai mengkalkulasi masa depan dan tidak melupakan untuk berdoa dan meminta doa pada orangtua.

“Dari sekarang temen2 harus sudah melihat dan mengkalkulasikan masa depan. Itu sangat penting. Jika di luar sana nanti temen2 akan ditertawakan karena doa, maka percayalah doa itu sangat berpengaruh besar. Saya bukti hidupnya. Dalam hidup ini saya lebih banyak beruntungnya. Lebih pada doa dari orangtua dan doa dari diri sendiri”, pungkasnya.

Taliban Revival: What’s Next for Afghanistan. Demikian tema yang diangkat dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh Institute for Global and Strategic Studies (IGSS), Program Studi Hubungan Internasuional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 24 Agustus 2021.

Hadir sebagai narasumber diantaranya adalah Budi Mulyana, S.IP., M.Si., Ph.D (Cand), Hadza Min Fadhli R obby, S.IP., M.Sc., dan Rizki Dian Nursita, S.IP., M.H.I. Sedang moderator disampaikan oleh Gustri Eni Putri, S.IP., M.A.

Dalam diskusi tersebut, masing2 pembicara menyampaikan pandangannya terkait kronologi terjadinya konflik hingga kemenangan yang peroleh Taliban di Afghanistan, kondisi politik dan geopolitik di Afghanistan dan juga masa depan perempuan di Afghanistan.

Dari ketiganya diperoleh gambaran akan perjuangan panjang yang dilakukan Taliban untuk melepaskan Afghanistan dari intervensi politik Amerika, ketidakpastian kondisi politik di Afghanistan serta kondisi wanita yang kurang mendapatkan haknya secara penuh (tidak memiliki kebebasan dalam pendidikan, interaksi sosial dll) seperti halnya para wanita di negara lain.

Dalam rangka launching atau peluncuran program “Career Mentoring” sekaligus memberikan wawasan terkait peluang dan tatangan pekerjaan (karir) di berbagai bidang profesional yang relevan dengan disiplin keilmuan hubungan internasional, Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII)  secara khusus menggelar webinar bertajuk “Your Future Starts Here: Preparing a Career While You’re in College” atau “Masa Depan Anda Dimulai Dari Sini: Mempersiapkan Karir Saat Kuliah”, Sabtu, 21 Agustus 2021. Read more

Semakin ketatnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di masa sekarang dan yang akan datang, setiap orang perlu untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dan kredibilitas diri termasuk kemampuan dalam public speaking dan Bahasa Inggris. Khusus kemampuan berbahasa Inggris diyakini mampu meningkatkan peluang dalam meraih kesempatan kerja, baik di dalam maupun di luar negeri.  Read more

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menggelar English Language Fiesta 2021. Kegiatan bertema The Colorful Spirit of Indonesia ini diikuti tak kurang dari 200 peserta yang ambil bagian pada 5 cabang kompetisi yang disediakan, yakni cabang Story Telling dengan tema Indonesian Traditional  Folklore, cabang Short Story dengan tema cerpen Nobody Knows What The Future Holds, cabang Tiktok Video dengan pilihan tema The Culture of Infonesia atau The History Of Indonesia, cabang Mobile Phone Photography serta cabang Speech dengan 3 pilihan tema yakni, Is Studying Overseas Degrading Our Nationalism, atau Mastering Foreign Language Vs Preserving Bahasa Indonesia atau Being Proud Indonesian Amidst the Massive Influence of Foreign Pop Culture. Read more

Saudara-saudari Mahasiswa FPSB UII yang saat ini sedang melakukan Isolasi Mandiri di rumah/kos, kami mohon untuk mengisi data dasar berikut untuk mempermudah pemantauan di grup selama isoman.
Terima kasih

Nama dan foto yang terkait dengan Akun Google Anda akan direkam saat Anda mengupload file dan mengirim formulir ini di link berikut
https://s.id/Cq7Vh

 

Membangun Karakter Mahasiswa Beradab di Era Disruptif. Demikian tema kegiatan “Seminar  dan Launching Buku Adab Mahasiswa” yang digelar sebagai rangkaian terakhir Milad Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) ke-26, Sabtu, 19 Juni 2021.  Kegiatan yang diselenggarakan secara daring dan dibuka langsung oleh Dekan FPSB UII, Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M. ini menghadirkan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Dr. H. Iip Wijayanto, M.Si., dan Dr. Subhan Afifi, M.Si selaku pemateri. Sedangkan moderator diampu oleh Hazhira Qudsyi, S.Psi., M.A. Selain membuka acara, dalam kesempatan itu Dekan juga melaunching Buku Adab Mahasiswa tersebut. Read more

AES Corner. Demikian nama perpustakaan publik yang didedikasikan Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) khusus untuk mengenang dan mewariskan gagasan tokoh pers Indonesia terkait reformasi media di Indonesia, Amie Efendi Siregar. Sosok yang akrab disapa sebagai “Bang Amir” tersebut adalah tokoh pejuang kemerdekaan pers di Yogyakarta yang berkarya di Jakarta selama hampir 40 tahun, inisiator sejumlah regulasi Pers dan Penyiaran pada periode 1999-2005, sejak amandemen UUD pasal 28F, UU No. 40/1999 hingga UU 32/2002.  Perpustakaan yang berlokasi di lantai Ill Gedung Jurusan Ilmu Komunikasi Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km 14,5 Sleman, Yogyakarta ini mulai dibuka untuk umum sejak diresmikan  oleh Dekan FPSB UII, Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag., Psikolog, Sabtu, 19 Juni 2021. Read more

Idul Fitri dan Solidaritas Kemanusiaan. Demikian  tema besar yang diangkat pada Syawalan Keluarga Besar Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia, Sabtu, 04  Syawal 1442 H/5 Juni 2021. Selain penyampaian syawalan atau saling memaafkan, acara juga diisi tausiyah dengan menghadirkan Dr. KH. Tulus Musthofa, Lc., MA sebagai penceramah dan Willi Ashadi, S.H.I., M.A. sebagai moderator. Read more