SERTIFIKAT ENGLISH LANGUAGE FIESTA 2022

Assalamu’alaikum warrahamtullahi wabarakaatuh.
Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/i pada kegiatal English Lngauage Fiesta Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia.

Selamat untuk para pemenang dan tetap semangat untuk para peserta semua. Dan untuk keperluan Sertifikat, berikut kami berikan link untuk mendownload sertifikat tersebut.

Sertifikat KEJUARAN ELF Klik DISINI

Sertifikat ELF Bidang Essay Klik DISINI.

Sertifikat ELF Bidang Speech Klik DISINI. 

Sertifikat ELF Bidang Story Telling Klik DISINI.

Sertifikat Guru Pendamping ELF 2022 Klik DISINI.

 

Belajar Menjadi Sabar

Oleh : Muslimah ——

Makna sabar

Mari kita lihat arti dari kata “sabar”, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sabar adalah tahan dalam menghadapi cobaan, tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati, dan tabah. Kata sabar berasal dari bahasa Arab yaitu as-Shabru, yang berarti menahan diri dari keluh kesah.

Kalau melihat dari maknanya berarti orang yang sabar dalam menjalani kehidupan tidak boleh berkeluh kesah atau ngomel dalam bahasa Jawa. Misalnya ibu-ibu yang sering ngomel sendiri sambil mengerjakan pekerjaan rumahnya, meskipun pekerjaan itu tetap bisa selesai tetapi rasanya kurang berkah. Terkadang kita sampai berkata masak orang berkeluh kesah tidak boleh, atau curhat (curahan hati) misalnya yang dianggap bisa mengurangi tekanan dalam diri kita menjadi merasa ringan. Tetapi kita memang dianjurkan untuk berkeluh kesah kepada Allah SWT di tengah malam saat menghadap Nya dalam shalat malam. Dalam menjalan shalat malam itu adalah kesempatan bagi kita mencurahkan isi hati kita, memohon yang kita inginkan untuk keluarga kita di dunia dan akhirat, Insya Allah, Allah SWT akan mendengar permohonan kita. Jangan sampai kita berprasangka buruk kepada Allah SWT hanya karena permohonan kita belum dikabulkan, karena hanya Allah SWT yang tahu yang terbaik untuk kita.

Tidak ada suatu kebaikan ketika curhat ditujukan semata kepada Allah.  Sebab hanya Allah SWT yang bisa menyimpan rahasia kita.  Bandingkan jika kita curhat kepada teman atau siapapun, mungkin saat hubungan kita tidak baik curhatan kita bisa bocor atau disampaikan kepada orang lain. Akan tetapi bila curhat kepada Allah SWT, sudah jelas hanya Allah SWT yang akan memberikan jalan keluar untuk masalah kita.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 155-156:

Artinya : “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”

Sebagai umat manusia, kita tidak akan meningkat imannya jika tidak melewati ujian dari Allah SWT. Ibarat orang sekolah, agar bisa naik ke level yang di atasnya harus melewati pembelajaran dan ujian.  Allah SWT juga  akan memberikan pembelajaran dan ujian berupa cobaan dalam kehidupan sesuai dengan kemampuan umatnya.  Ujian itu bisa berupa kesenangan atau kesusahan dan biasanya ujian yang berupa kesusahan lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT.  Bahkan kadang kita menganggap kesenangan bukanlah ujian melainkan seperti rezeki, yang selalu dianggap ujian adalah apabila kita mendapatkan kesusahan dan tertimpa musibah.

Bahkan jika ada yang terkena musibah kecil kita jarang mengucapkan Inna lillaahi wa Innaa ilaihi raaji’uun.  Ucapan tersebut lebih sering kita dengar saat kita mendengar ada yang tertimpa musibah besar seperti bencana dan ada orang yang meninggal dunia. Orang yang menerima cobaan berupa kesenangan dan rezeki berlimpah kadang juga tidak dengan mudah bisa melewatinya, karena kadang kesenangan atau kesuksesan bisa menjadikan orang sombong dan kadang salah dalam menafkahkan rezekinya, lupa jika dalam harta kita terdapat harta orang lain.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 153

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Misalkan kita diberi ujian sakit oleh Allah SWT.  Kita pasti akan merasa sedih, tidak bersemangat, apalagi jika sakitnya parah yang untuk menuju kesembuhan membutuhkan waktu yang lama bahkan kadang yang disampaikan belum ada obatnya. Akan tetapi yang terpenting bagi kita adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT karena Allah SWT yang memberikan sakit dan Allah pulalah yang akan memberikan kesembuhan tentunya dengan memohon kesembuhan dan bersabar dalam menghadapinya serta ikhtiar. Sedangkan obat, dokter, terapi semua itu hanyalah perantara dari Allah SWT untuk menjadi jalan menuju kesembuhan. Jangan sampai kita mendewakan obat atau dokter, yang kita anggap karena itulah kita sembuh, karena yang bisa memberikan kesembuhan hanyalah Allah SWT semata.

Sabar dalam kehidupan sehari-hari

Kita bisa bersabar menerima cobaan dengan melihat kondisi d ilingkungan  kita, baik di tempat kerja maupun di tempat kita tinggal, atau dengan melihat berita. Di mana ada tetangga atau teman kerja kita yang sakit atau kondisi kesehatannya tidak lebih baik dari kita, semua itu akan membuat kita lebih iklhas menerima cobaan dan bersabar. Sebagai orang yang beriman jika kita mendapatkan kesusahan atau cobaan dari Allah SWT sebaiknya berdoalah dengan sholat memohon keridhaan-Nya supaya digugurkan dosa-dosa kita dan bersabarlah karena Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.

Mari kita lihat dari kehidupan sehari-hari sebagai contoh dalam menjalani kesabaran dan berserah diri kepada Allah SWT:

  • Saat kita mendapat musibah sakit dari Allah SWT, kita menyalahkan orang lain atau diri kita sendiri, padahal hal tersebut terjadi pasti sudah seijin Allah SWT. Kita berusaha berobat kesana-kemari, mengkonsumsi ini dan itu sebagai upaya sehat dan kadang sampai terlupa untuk memohon ampunan dan kesembuhan kepada Allah SWT.
  • Saat menghadapi anak-anak di rumah, kadang kita sering marah-marah, padahal anak adalah amanah dari Allah SWT, dan akan kita pertanggungjawabkan di hari akhir nanti. Bahkan jika kita bisa amanah dalam mendidik anak-anak kita, Insyaallah kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  • Dalam menghadapi orang tua kita, yang semakin tua lebih membutuhkan perhatian dari kita tetapi kadang kita lebih sibuk dengan kehidupan rumah tangga, yang kadang tidak sempat memikirkan kebahagiaan orang tua kita.
  • Hidup bertetangga yang kadang membuat kita merasa lebih dari orang lain, di situ setan akan sangat senang berada dipihak kita, karena sombong adalah hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT, kita bahkan harus bersabar jika mendapati tetangga yang membenci kita.
  • Dengan pasangan kita, sabar dan pertolongan Allah SWT sangatlah kita butuhkan, karena setan sangat tidak senang dengan orang yang mengikuti sunnah Rasul yaitu menikah. Maka didalam rumah tangga kesabaran sangatlah penting, karena menikah adalah menyatukan dua keluarga yang berbeda latar belakang, kepribadian, dan budaya. Begitu banyak kejadian yang berawal dari rumah bisa menghancurkan kehidupan orang lain.
  • Shalat, ini juga begitu penting karena biasanya ada yang menjalankan ibadah shalat dengan terburu-buru dikarenakan hanya mempunyai sedikit waktu, padahal dalam menjalankan shalat kita harus sabar, tuma’ninah, jadi tidak perlu terburu-buru dalam menjalankan ibadah shalat karena dalam shalat kita kadang terpikirkan hal lain selain Allah SWT. Bagi orang yang bertaqwa kepada Allah waktu shalat adalah yang dinanti-nanti, karena waktu tersebut kesempatan untuk berhubungan dengan Allah SWT.
  • Ini yang paling sulit, yaitu orang yang teraniaya atau terdholimi tetapi tetap bisa sabar. Karena biasanya orang akan melakukan balas dendam untuk menunjukkan keakuannya. Ini adalah hal yang tersulit untuk dijalani karena manusia mempunyai sifat memberontak dan balas dendam.

 

Dari beberapa contoh kejadian dalam kehidupan kita sehari-hari di atas dan masih banyak lagi yang lain akan dapat kita jadikan pelajaran untuk melatih kesabaran kita.  Tinggal bagaimana niat kita untuk menjadi pribadi yang sabar dan berserah diri kepada Allah SWT.  Sabar tidak ada batasnya dan belajar menjadi orang yang sabar pastilah tidak ada batasnya juga, jalannya sangatlah panjang yang harus kita lalui untuk menjadi orang yang sabar. Belajar menjadi orang yang sabar dimulai sejak kecil sampai remaja (yang masa ini sangat emosional dan sulit dikendalikan),  kemudian sampai dewasa, bahwa sampai kita tua pun kadang belum bisa menjadi pribadi yang sabar. Tetapi dengan niat dan mencoba perilaku yang mencerminkan sifat sabar setidaknya melatih diri dan pikiran kita untuk menjadi orang yang bersabar.

Marilah kita bersama-sama belajar menjadi orang yang sabar, di manapun kita berada.  Meskipun sangat sulit, tetapi dengan niat yang kuat Insya Allah akan bisa dengan sedikit demi sedikit dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan akan meluas ke lingkungan kita. Karena perilaku tidak sabar bisa merusak persatuan, kerukunan, bahkan bisa menghancurkan kehidupan. Semoga artikel singkat ini bisa menjadikan pelajaran bagi penulis dan pembaca yang akan belajar menjadi orang yang sabar dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Menjadi Pemimpin Amanah

Oleh: Willi Ashadi ——-

Artikel Islam ini direncanakan berisi empat poin bahasan, yaitu bahasan pertama adalah urgensi pemimpin dalam Islam, sebagai refleksi mengapa kepemimpinan itu penting dalam kehidupan serta dalam ajaran agama Islam. Bahasan kedua, mengenai kepemimpinan yang zalim, kemudian diuraikan apa saja kriteria kepemimpinan yang zalim serta contoh contoh kepemimpinan yang zalim. Pembahasan ketiga, mengulas kepemimpinan Islam, dimana penulis akan menguraikan kepemimpinan yang dikehendaki oleh ajaran Islam.   Ulasan ini banyak menguraikan dalil dalil normatif yang bersumber dari Al Qur’an dan hadis mengenai kepemimpinan Islam serta model pemimpin dalam Islam. Sebagai penutup tulisan, pada bahasan terakhir penulis memberikan rekomendasi kepada calon pemimpin agar suatu saat ketika menjadi pemimpin maka jadilah pemimpin yang amanah. Penulis akan mengeksplorasi kepemimpinan Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan keteladanan Rasulullah SAW. Read more

Jalanku Berkait Masjid

Oleh : Aris Budiono—-

Alkisah, sebuah cerita pribadi yang mungkin akan bermanfaat ketika saya mencoba untuk menulis di waktu ini.  Kelas dua sekolah teknik kejuruan di Yogyakarta adalah awal mula hati saya terbuka memikirkan sebuah masjid. Diawali dari sebuah kegiatan masjid yang saat itu jarang terlihat ada pemuda ikut mengurusnya.  Saat itu ada perkataan seorang sesepuh masjid, yang waktu itu menurut saya sangat menyayat hati ketika pemuda mendengarnya: “Cah enom saiki ki isone ngopo, acoro masjid we ra ono pemudane sik ngurusi.” (Anak muda sekarang bisanya ngapain, ada acara masjid saja pemuda tidak ada yang ikut mengurusi). Read more

INFORMASI PENTING SEPUTAR PERKULIAH LURING FPSB UII

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

Berikut kami sampaikan beberapa informasi penting seputar penyelenggaraan KULIAH LURING di FPSB UII Tahun 2022 untuk kebaikan bersama di masa Pandemi Covid-19 ini.

Berikut beberapa informasi yang kami sampaikan:

1.  Informasi Grafis Alur Masuk Perkuliahan di Gedung FPSB UII & Perpustakaan UII 

2. Video Alur Masuk dan Panduan Prokes Perkuliahan di Gedung FPSB UII Utama (Gedung Soekiman Wirdjosandjojo)

3. Video Alur Masuk dan Panduan Prokes Perkuliahan di Gedung FPSB UII sisi Selatan 

4. Video Alur Masuk dan Panduan Prokes Perkuliahan di Gedung FPSB UII Unit 18 / Prodi Ilmu Komunikasi

5. Video Alur Masuk dan Panduan Prokes Perkuliahan di Gedung Perpustakaan UII (Gedung Mohammad Hatta)

6. Alur Komunikasi Mahasiswa Bergejala Covid-19

Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

 

sabar Sebagai Penguat Hati

OLeh : Putri Asriyani—

 

Pengertian Sabar

Sabar adalah tindakan menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan, menahan diri dari emosi, dan bertahan serta tidak mengeluh pada saat sulit atau sedang mengalami musibah. Untuk bisa sabar dibutuhkan kelapangan hati juga ketabahan, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dilewati untuk bisa berada di jalan Allah. Kualitas diri seseorang akan terbentuk dari seberapa kuatnya seseorang untuk tetap bersabar. Semakin sabar seorang hamba maka akan semakin kuat dalam melewati setiap cobaan. Sabar sendiri maknanya sangat luas, tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang tidak sesuai aturan Allah SWT, namun juga menahan diri dari nafsu, menahan diri saat di beri kelapangan maupun tatkala dihadapkan dalam situasi yang sempit.

Ali bin Abi Thalib RA, menjelaskan bahwa “kesabaran dan keimanan sangat berkaitan erat ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, maka tubuhnya tidak akan berfungsi. Demikian pula apabila kesabaran hilang maka imanpun akan ikut hilang”.

Sebagaimana di jelaskan dalam surat Ali Imron : 200 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (QS. Ali Imron:200).

Menurut Ulama Quraish Shihab berdasarkan ayat di atas, hukum bersabar adalah wajib. Setiap hamba yang tertimpa musibah maka wajib bersabar dari awal ujian datang hingga mendapatkan jalan keluarnya. Sabar merupakan tombak utama dalam iman, semakin tinggi kesabaran kita maka semakin tinggi pula iman kita.

Macam-Macam Sabar

Menurut ulama ada tiga macam sabar yang harus kita miliki, berikut penjelasan ke tiga sabar tersebut:

1. Sabar dalam Ketaatan

Menjadi hamba yang taat tentunya membutuhkan kesabaran yang terus-menerus dan diusahakan bertambah dari hari ke hari. Karena sabar sangat dibutuhkan dalam beribadah kepada Allah, didalam menjalankan kewajibannya, sedekahnya dan dalam membina hubungan baik dengan sesama umat.

2. Sabar dalam Menjauhi Maksiat

Menahan diri untuk tidak mendekati atau bahkan tidak melakukan maksiat menjadi rangkaian sabar yang harus kita miliki, ingat selalu bahwa ada Allah SWT selalu mengawasi dalam setiap aktifitas yang kita jalani.

3. Sabar Menerima Takdir Allah

Seringkali kita menyangkal setiap hal yang telah Allah gariskan namun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Musibah dan ketidaknyamanan hidup sesungguhnya diturunkan Allah untuk menguji kesabaran hambanya. Sejauh mana kita mampu bersabar, menerima dan berusaha kuat menjalani setiap ujian. Maka setelah mampu melewati ujian Allah akan memberikan kabar gembira sebagai hasil dari kesabaran.

Kiat Menjadi Orang Yang Sabar

Dalam buku “Sabar Paling Dalam” karya Fajar Sulaiman diterangkan bahwa sabar merupakan sebuah seni dalam menjalani hidup yang sudah pasti tidak mudah. Dalamnya kesabaran merupakan kekuatan terhebat untuk menghadapi segala rintangan. Berserah diri kepada Tuhan menjadi cara agar beban menjadi ringan dan kaki tetap lincah melangkah menjelajahi hari-hari. Tidak perlu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain karena hanya akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak pandai bersyukur. Padahal syukur adalah salah satu wujud dari sikap sabar, hargai hidup dengan tidak mengukur pencapaian kita dengan pencapaian orang lain. Karena terjalnya jalan dan tanjakan yang dilewati tentulah berbeda.

Semakin sulit jalan yang dilewati maka dibutuhkan kesabaran yang lebih tinggi. Cemooh dan ejekan akan mengiringi, namun sekali lagi sabar merupakan kunci utama untuk memperbaiki keadaan agar mampu membuktikan bahwa kehidupan kita tidak seburuk yang dipikirkan oleh orang lain. Tidak ada ujian datang kecuali untuk menguatkan, terimalah dengan sabar dan ikhlas. Ukuran sukses tidak mampu dinilai dengan materi ataupun pencapaian besar, namun lebih kepada seberapa besar kita menjadi orang yang bermanfaat dan selalu berusaha menjadi lebih baik. Jalani hidup dengan baik tanpa perlu merasa banyak kekurangan. Tidak masalah jika sampai sekarang kita belum mencapai kesuksesan. Suatu saat kita akan sampai pada fase menikmati hasil yang telah diusahakan. Bersyukur atas apa saja yang telah kita raih, dan tetapi bersabar untuk mengusahakan semua hal yang belum terwujud.

Dalam surat Al-Baqarah: 45 yang artinya : : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, Allah memerintahkan kita untuk meminta pertolongan dan tidak melalaikan shalat.

Shalat menjadi cara terbaik untuk mendatangkan jalan keluar, bersujudlah dan rendahkan diri kita dihadapan Allah. Akuilah bahwa kita hamba yang tidak berdaya terhadap apapun, mintalah petunjuk dan ketenangan. Kemudian terimalah bahwa musibah maupun masalah datang sebagai pengingat akan kelalaian kita kepada Allah. Seringkali sebagai hamba Allah kita merasa tinggi hati karena merasa mampu mencari solusi sendiri dan lupa untuk melibatkan Allah. Setelah ketenangan diraih, maka pikiran akan menjadi jernih dan bersabarlah untuk sampai kepada jalan keluar dari setiap masalah.

Syekh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin Rahimahullah berkata, “Adapun salat maka akan menjadi penolong dalam setiap urusan dunia maupun agama, sehingga disebutkan dalam sebuah hadis: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mengalami sesuatu masalah serius, beliau segera melakukan salat” (HR. Abu Daud, hasan).

Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan agar kita tetap bersabar dalam berbagai keadaan:

1. Niat Karena Allah

Segala sesuatu yang diniatkan karena Allah maka akan mendapatkan ridha-Nya, dengan harapan akan diberi kemudahan, kelancaran dan tentunya kesabaran.

2. Mendekatkan Diri Kepada Allah

Mendekatkan diri kepada Allah bisa dengan membaca Al-Qur’an ataupun dengan sering berdzikir. Memahami Al-Qur’an mampu membuat kita lebih mengerti bahwa apa yang terjadi dikehidupan kita adalah atas kehendak Allah, sehingga bisa lebih menerima dan bersabar atas segala yang kita peroleh dan harus dijalani. Sedangkan dengan berdzikir hati akan menjadi lebih tenang, pikiran lebih fokus dan bisa membuat keputusan ataupun mencari solusi dengan tepat.

3. Mengambil Hikmah

Banyak hikmah tersembunyi dari setiap yang kita alami, maka disarankan untuk tidak mengeluh. Tetap ber-husnudzon kepada Allah, tetap meyakini bisa melewati segalanya dengan ijin Allah, berharap iman kita bertambah dan akan diganti dengan yang jauh lebih baik.

Segala sesuatu tentu diharapkan bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan, namun sebagai hamba yang terkait satu sama lain tidak akan mungkin kita hidup tanpa hambatan. Tidak ada hal yang tidak mungkin diraih dengan kesabaran, selama apapun waktu yang dibutuhkan untuk meraih sesuatu tetap jalani dan usahakan. Tidak ada kesuksesan yang tergapai tanpa usaha yang panjang dan persiapan yang teratur.

Kehidupan yang dijalani dengan kesabaran maka akan mendapatkan hasil yang baik, menjadi penguat hati yang utama. Dengan sabar kita bisa menjadi hamba yang tangguh dan selalu dalam bimbingan Allah. Dengan sabar kita bisa menjadi hamba yang berhasil. Maka bersabarlah, karena sabar menempati kedudukan tertinggi dalam iman. Semoga dengan sabar kita termasuk dalam hamba yang mulia dalam pandangan Allah SWT. Amiin….

Sabar Sebagai Penguat Hati

Oleh: Putri Asriyani—-

Pengertian Sabar

Sabar adalah tindakan menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan, menahan diri dari emosi, dan bertahan serta tidak mengeluh pada saat sulit atau sedang mengalami musibah. Untuk bisa sabar dibutuhkan kelapangan hati juga ketabahan, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dilewati untuk bisa berada di jalan Allah. Kualitas diri seseorang akan terbentuk dari seberapa kuatnya seseorang untuk tetap bersabar. Semakin sabar seorang hamba maka akan semakin kuat dalam melewati setiap cobaan. Sabar sendiri maknanya sangat luas, tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang tidak sesuai aturan Allah SWT, namun juga menahan diri dari nafsu, menahan diri saat di beri kelapangan maupun tatkala dihadapkan dalam situasi yang sempit.

Ali bin Abi Thalib RA, menjelaskan bahwa “kesabaran dan keimanan sangat berkaitan erat ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, maka tubuhnya tidak akan berfungsi. Demikian pula apabila kesabaran hilang maka imanpun akan ikut hilang”.

Sebagaimana di jelaskan dalam surat Ali Imron : 200 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (QS. Ali Imron:200).

Menurut Ulama Quraish Shihab berdasarkan ayat di atas, hukum bersabar adalah wajib. Setiap hamba yang tertimpa musibah maka wajib bersabar dari awal ujian datang hingga mendapatkan jalan keluarnya. Sabar merupakan tombak utama dalam iman, semakin tinggi kesabaran kita maka semakin tinggi pula iman kita.

Macam-Macam Sabar

Menurut ulama ada tiga macam sabar yang harus kita miliki, berikut penjelasan ke tiga sabar tersebut:

1. Sabar dalam Ketaatan

Menjadi hamba yang taat tentunya membutuhkan kesabaran yang terus-menerus dan diusahakan bertambah dari hari ke hari. Karena sabar sangat dibutuhkan dalam beribadah kepada Allah, didalam menjalankan kewajibannya, sedekahnya dan dalam membina hubungan baik dengan sesama umat.

2. Sabar dalam Menjauhi Maksiat

Menahan diri untuk tidak mendekati atau bahkan tidak melakukan maksiat menjadi rangkaian sabar yang harus kita miliki, ingat selalu bahwa ada Allah SWT selalu mengawasi dalam setiap aktifitas yang kita jalani.

3. Sabar Menerima Takdir Allah

Seringkali kita menyangkal setiap hal yang telah Allah gariskan namun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Musibah dan ketidaknyamanan hidup sesungguhnya diturunkan Allah untuk menguji kesabaran hambanya. Sejauh mana kita mampu bersabar, menerima dan berusaha kuat menjalani setiap ujian. Maka setelah mampu melewati ujian Allah akan memberikan kabar gembira sebagai hasil dari kesabaran.

Kiat Menjadi Orang Yang Sabar

Dalam buku “Sabar Paling Dalam” karya Fajar Sulaiman diterangkan bahwa sabar merupakan sebuah seni dalam menjalani hidup yang sudah pasti tidak mudah. Dalamnya kesabaran merupakan kekuatan terhebat untuk menghadapi segala rintangan. Berserah diri kepada Tuhan menjadi cara agar beban menjadi ringan dan kaki tetap lincah melangkah menjelajahi hari-hari. Tidak perlu membandingkan kehidupan kita dengan orang lain karena hanya akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak pandai bersyukur. Padahal syukur adalah salah satu wujud dari sikap sabar, hargai hidup dengan tidak mengukur pencapaian kita dengan pencapaian orang lain. Karena terjalnya jalan dan tanjakan yang dilewati tentulah berbeda.

Semakin sulit jalan yang dilewati maka dibutuhkan kesabaran yang lebih tinggi. Cemooh dan ejekan akan mengiringi, namun sekali lagi sabar merupakan kunci utama untuk memperbaiki keadaan agar mampu membuktikan bahwa kehidupan kita tidak seburuk yang dipikirkan oleh orang lain. Tidak ada ujian datang kecuali untuk menguatkan, terimalah dengan sabar dan ikhlas. Ukuran sukses tidak mampu dinilai dengan materi ataupun pencapaian besar, namun lebih kepada seberapa besar kita menjadi orang yang bermanfaat dan selalu berusaha menjadi lebih baik. Jalani hidup dengan baik tanpa perlu merasa banyak kekurangan. Tidak masalah jika sampai sekarang kita belum mencapai kesuksesan. Suatu saat kita akan sampai pada fase menikmati hasil yang telah diusahakan. Bersyukur atas apa saja yang telah kita raih, dan tetapi bersabar untuk mengusahakan semua hal yang belum terwujud.

Dalam surat Al-Baqarah: 45, Allah memerintahkan kita untuk meminta pertolongan dan tidak melalaikan shalat. Adapun arti ayat Al Baqarah 45 adalah : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.(Al-Baqarah:45)

Shalat menjadi cara terbaik untuk mendatangkan jalan keluar, bersujudlah dan rendahkan diri kita dihadapan Allah. Akuilah bahwa kita hamba yang tidak berdaya terhadap apapun, mintalah petunjuk dan ketenangan. Kemudian terimalah bahwa musibah maupun masalah datang sebagai pengingat akan kelalaian kita kepada Allah. Seringkali sebagai hamba Allah kita merasa tinggi hati karena merasa mampu mencari solusi sendiri dan lupa untuk melibatkan Allah. Setelah ketenangan diraih, maka pikiran akan menjadi jernih dan bersabarlah untuk sampai kepada jalan keluar dari setiap masalah.

Syekh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin Rahimahullah berkata, “Adapun salat maka akan menjadi penolong dalam setiap urusan dunia maupun agama, sehingga disebutkan dalam sebuah hadis: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mengalami sesuatu masalah serius, beliau segera melakukan salat” (HR. Abu Daud, hasan).

Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan agar kita tetap bersabar dalam berbagai keadaan:

1. Niat Karena Allah

Segala sesuatu yang diniatkan karena Allah maka akan mendapatkan ridha-Nya, dengan harapan akan diberi kemudahan, kelancaran dan tentunya kesabaran.

2.  Mendekatkan Diri Kepada Allah

Mendekatkan diri kepada Allah bisa dengan membaca Al-Qur’an ataupun dengan sering berdzikir. Memahami Al-Qur’an mampu membuat kita lebih mengerti bahwa apa yang terjadi dikehidupan kita adalah atas kehendak Allah, sehingga bisa lebih menerima dan bersabar atas segala yang kita peroleh dan harus dijalani. Sedangkan dengan berdzikir hati akan menjadi lebih tenang, pikiran lebih fokus dan bisa membuat keputusan ataupun mencari solusi dengan tepat.

3. Mengambil Hikmah

Banyak hikmah tersembunyi dari setiap yang kita alami, maka disarankan untuk tidak mengeluh. Tetap ber-husnudzon kepada Allah, tetap meyakini bisa melewati segalanya dengan ijin Allah, berharap iman kita bertambah dan akan diganti dengan yang jauh lebih baik.

Segala sesuatu tentu diharapkan bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan, namun sebagai hamba yang terkait satu sama lain tidak akan mungkin kita hidup tanpa hambatan. Tidak ada hal yang tidak mungkin diraih dengan kesabaran, selama apapun waktu yang dibutuhkan untuk meraih sesuatu tetap jalani dan usahakan. Tidak ada kesuksesan yang tergapai tanpa usaha yang panjang dan persiapan yang teratur.

Kehidupan yang dijalani dengan kesabaran maka akan mendapatkan hasil yang baik, menjadi penguat hati yang utama. Dengan sabar kita bisa menjadi hamba yang tangguh dan selalu dalam bimbingan Allah. Dengan sabar kita bisa menjadi hamba yang berhasil. Maka bersabarlah, karena sabar menempati kedudukan tertinggi dalam iman. Semoga dengan sabar kita termasuk dalam hamba yang mulia dalam pandangan Allah SWT. Amiin….

Hibah Penelitian Kolaboratif FPSB UII

Bagi Bapak/Ibu Dosen Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB ) Universitas Islam Indonesia (UII) yang berminat untuk mengikuti program Hibah Penelitian Kolaboratif FPSB UII Tahun 2022 informasi dapat diperoleh disini. 

atau bisa klik pada gambar tercantum