FPSB

Academic Atmosphere

Mahasiswa FPSB Raih Juara 1 & 3 STQ XXIV DIY

Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih Juara 1 dan Juara 3 cabang lomba Tafsir Al Quran Bahasa Arab Golongan Putri pada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXIV tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan oleh Kabupaten Kulon Progo, 28-29 April 2017. Untuk Juara 1 diraih oleh Wafa (mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2014) yang tampil mewakili Kabupaten Bantul, sedangkan Juara 3 diraih oleh Lisda Mukarromah (mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2016) yang  mewakili Kabupaten Sleman.

 

Wafa menginformasikan bahwa STQ diselenggarakan rutin setiap tahun dengan tujuan menyiapkan bibit unggul untuk menghadapi ajang MTQ dan mendidik kader dalam meningkatkan kualitas syiar Islam. STQ XXIV yang melombakan delapan cabang, yaitu tilawah dewasa, tilawah anak-anak, tahfidz satu juz dan tilawah, tahfidz lima juz dan tilawah, tahfidz 10 juz, tahfidz 20 juz, tahfidz 30 juz, tafsir bahasa Arab tersebut diikuti oleh 110 anggota kafilah dari 5 kabupaten se-DIY

“Secara pribadi, saya memiliki cita-cita yang ingin saya pegang sejak awal, yakni menghafal Al Quran. Pastinya sama dengan yang dirasakan oleh penghafal Quran lainnya, yakni ingin menjaga Al Quran sebaik-baiknya dan semampu kami menjaganya. Baik kekuatan hafalan, amal, dan pemahaman.  Mengikuti perlombaan Al Quran adalah salah satu cara yabg sangat mendukung motivasi untuk menjaga hafalan alquran dan mengujinya. Selain itu juga memperoleh pengalaman berkompetisi dan bergaul bersama sesama pencinta Al Quran. Adanya ajang seperti ini menjadikan saya lebih tegas terhadap diri sendiri untuk menjaga Al Quran lebih baik lagi dan lebih teruji (ada progress). Kelebihan lomba dibidang tafsir adalah terfasilitasinya peserta dalam memahami tafsir Al Quran secara bertahap dan metodologis serta  merujuk pada referensi yang baik, sepeti kitab Al Maraghi dan Shofwatuttafasir. Pemahaman ini akan dipadukan dengan pemahaman peserta dalam memandang fenomena kontemporer. Tujuan akhir adalah menjadi ahlul quran, ahlullah. Yang bisa memberi mahkota bagi kedua orangtua saya kelak”, ungkap Wafa.