Program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO), Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya  (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar pengayaan bagi mahasiswa baru MAPPRO angkatan XVI TA. 2019/2020 pada 2-18 September 2019. Pada hari pertama kegiatan diawali dengan permainan atau semacam ice breaking  yang bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain.

Sesaat kemudian, peserta mendapatkan materi berjudul Peran Psikolog dalam Tinjauan Islam yang disampaikan oleh Dr. Sus Budihartom, S.Psi., M.Si., Psikolog. Dalam paparannya, sosok yang akrab disapa Pak Sus tersebut mengajak para mahasiswa untuk mengikuti atau meneladani Nabi Muhammad dalam berprofesi sebagai psikolog Muslim.  Hal tersebut didasarkan pada Al Quran Surat Al Ahzab (33) ayat 21 yang mengandung arti : “Sungguh telah ada ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah, (keselamatan pada) hari kiamat, dan banyak berdzikir kepada Allah SWT”, maka Nabi Muhammad SAW bisa disebut sebagai “Bapak” /model bagi para Psikolog Muslim. Wajib hukumannya meneladani pola pikir, sikap, dan perilaku Nabi Muhammad SAW bagi Psikolog Muslim yang mengharap rahmat Allah SWT.

Selebihnya, Pak Sus pun menjelaskan bahwa Psikolog Muslim memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan bimbingan dan pengantar bagi individu, kelompok, organisasi, dan komunitas untuk menjadi subjek yang mampu secara mandiri dalam meraih hidup sehat dan sejahtera secara holistik (spiritual, mental, fisik, finansial, dan sosial), mampu secara mandiri dalam menghadapi persoalan hidup dan akehidupannya, baik antara dirinya dengan Tuhannya maupun antara dirinya dengan lingkungannya, serta mampu secara mandiri dalam mengembangkan dan memberdayakan potensi dan kepribadiannya yang bersifat Robbani.

Tak lupa Pak Sus pun memberikan beberapa cara/tips untuk bisa menjadi Psikolog Muslim yang ideal seperti belajar dan berlatih secara serius dan fokus dalam memahami eksistensi manusia serta berbagai problematikanya melalui proses kehidupan para nabi (khususnya nabi Muhammad SAW), fokus melakukan transformasi dan evaluasi jiwa yang bersumber pada keteladanan Nabi Muhammad SAW, fokus memahami dan mengkaji tentang manusia dengan berbagai persoalannya melalui Al Quran dan As-Sunnah serta fokus mengaplikasikan dua metoda dalam memahami manusia dengan berbagai problematikanya antara metode ilahiah dan ilmiah