Menengok Peran Psikolog di TimNas-U19.
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Keberhasilan Timnas Sepak Bola Indonesia kategori remaja (U-19) tahun 2013 lalu di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur tak luput dari peran aktif Guntur Cahyo Utomo, S.Psi., MA sebagai asisten pelatih sekaligus tenaga Psikolog Timnas U-19. “Sebagai psikolog saya mempunyai tugas memetakan kondisi, situasi, profil dan sebagainya terkait dengan pemain. Tujuannya adalah untuk mencari kecocokan, kedinamikaan, ataupun dinamikasi yang pas antara satu pemain dengan pemain lainnya dalam rangka membentuk tim yang solid/baik”. Demikian ungkap pemilik nama panggilan Guntur Utomo tersebut saat berbagi pengalaman menjadi Psikolog sekaligus asisten pelatih Timnas U-19 yang diundang langsung dalam kolokium bertema “Peran Psikologi dalam Dunia Olah Raga”, Senin, 26 Mei 2014. Kolokium yang diselenggarakan oleh Departemen Psikologi Sosial, Industri & Organisasi tersebut di moderatori oleh Thobagus Moh. Nu’man, S.Psi., MA., Psi.

“Setiap orang tentu ingin menjadi orang baik dan mendapatkan sesuatu
“Yang dituntut oleh Tuhan (dalam Al Quran) adalah memaafkan orang lain, buka meminta maaf. Ketika kita mampu memaafkan oranglain, maka kita berada pada level tertinggi (muhsinin), bukan lagi muttaqin. Muqsitin apalagi. Tawwabin itu biasa. Oleh karena itu, tindakan memaafkan orang lain adalah tindakan yang paling terpuji karena akan membawa seseorang ke level muhsinin”. Demikian ungkap Drs. H. Asmuni, MA dalam acara ‘Diskusi Berkala Dosen Interdisipliner’ yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 21 Mei 2014 di Auditorium Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII.
Masih dalam rangkaian agenda ‘Kampung Komunikasi 2014’, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia yang terhimpun dalam HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komunikasi) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Komunikasi, Selasa, 13 Mei 2014 di Auditorium Kahar Muzakkir Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. 

