“Niatkan semuanya (mencari ilmu) karena Allah. Itu sama dengan kita menaati kehendak Allah. Dalam Al Quran juga disebutkan bahwa apa saja (perbuatan baik) yang diniatkan untuk mencari keberuntungan akhirat (diniatkan semata menaati perintah Allah SWT), maka Allah akan memberikan keberuntungan itu dan bahkan akan  menambahkannya. Dan barang siapa hanya mengejar dunia ini, maka Allah akan memberikannya sebatas keberuntungan dunia saja, tidak memberikan keberuntungan apapun di akhirat”.

Demikian pesan penting yang disampaikan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag., Psikolog pada kegiatan kuliah perdana Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Kamis, 24 September 2020 dengan menghadirkan Dr. Finita Dewi,S.S., MA selaku pemateri. Sedangkan moderator dibawakan oleh Astri Hapsari, S.S., M.TESOL (dosen Prodi PBI)

Melalui materinya yang berjudul Gear Up for Your Freshman Year of Univercity Life, dosen Universitas Pendidikan Indonesia-Bandung tersebut berbagi pengalaman tentang pembelajaran jarak jauh yang saat ini menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang bisa dilakukan pada masa pandemi Covid-19 ini. Materi yang disampaikan meliputi strategi pemanfaatan teknologi untuk mempermudah dalam mengelola sumber daya pembelajaran, mengelola pikiran dan ide, mengelola proses belajar mandiri, serta literasi digital untuk membantu pembelajaran Bahasa Inggris.
Beberapa teknologi (aplikasi) yang dapat memudahkan dalam membantu proses pembelajaran secara daring/online diantaranya adalah wakelet (yang berfungsi untuk membantu mengumpulkan materi), google keep (untuk membantu mencari ide, gagasan), vocaroo (untuk melakukan rekaman), dictation (untuk membantu pengetikan dari sumber suara), eReader Prestigio: Book reader (untuk membantu membaca text), essaybot (untuk membantu membuat ide/gagasan paragraf pertama), readlang.com/words (untuk menambah wawasan/belajar mandiri), maupun ELLLO, TEDX Program, google podcast dan semantris untuk  mendukung kemahiran dalam berbahasa Inggris.

“Untuk menguasai Bahasa Inggris tidak harus dengan menguasai kamus. Tapi bisa dengan sering mendengarkan kata-kata atau ucapan Bahasa Inggris. Use technology as your partner in learning, not as your partner in crime“, tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan penyampain materi tentang keprodian (informasi/regulasi) yang disampaikan oleh Ka. Prodi PBI, Irma Windy Astuti, S.S., M.Hum.