“Selamat adik-adik pemimpin masa depan. Kenapa kita sebut sebagai pemimpin masa depan, karena diantara tujuan universitas ini didirikan adalah untuk mempersiapkan calon pemimpin bangsa. Oleh karena itu, selamat bergabung dengan penuh rasa syukur di kampus ini. Adik-adik adalah calon pemimpin masa depan. Maka harus dipersiapkan secara baik. Adik-adik harus jadi pelanjut dari para pendiri bangsa.  Indonesia harus bangkit menjadi negara yang paling disegani”.

Demikian sapaan yang disampaikan oleh dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S  diawal pemberian materi Studium General Taklim Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bertema “Meski pandemi, tak hentikan semangat terus studi dan mengaji”, Jumat, 2 Oktober 2020. Kegiatan daring yang dihadiri 924 mahasiswa FPSB UII tersebut dibuka secara langsung oleh Dekan FPSB UII, Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag. Psikolog. Dalam sambutannya, Dekan FPSB UII berharap agar mahasiswa senantiasa mengembangkan akhlak yang baik terhadap sesama.

Senada dengan apa yang disampaikan Dekan FPSB UII, Agus Taufiqurrahman pun berharap mahasiswa bisa menjaga diri baik-baik, memilih pergaulan yang baik agar terhindar dari perbuatan atau perilaku yang dilarang Allah SWT, memanfaatkan kesempatan (kuliah di UII) untuk bisa mengenal Islam dengan lebih baik, serta terus berperilaku baik agar bisa lulus sebagai lulusan dengan karakter unggul moral-spiritual, unggul intelektual dan unggul dalam peran sosial.

“Belajar itu harus kita maknai sebagai ibadah. Harus kita pahami sebagai amanah karena tidak semua teman kita yang dulu sekolahnya pintar bisa kuliah seperti kita karena kebetulan orang tuanya tidak mampu. Disyukuri kalau kita bisa kuliah ini ada kesempatan dari Allah agar kita lebih mulia karena ilmu kita itu. Disyukuri karena orang- yang mempercayakan masa depannya kepada kita. Yakinlah bahwa orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Maka syukuri kuliah ini dengan dijalani sebagai amanah dan ibadah. Jalani kuliah ini dengan senang dan penuh rasa cinta. Jika ada niat hijrah (ke arah yang lebih baik), maka segera lakukanlah karena kita tidak tahu sampai kapan kita hidup”, ungkapnya.

Terkait kondisi pandemi saat ini, beliau mengajak mahasiswa untuk menyikapinya secara serius. Islam sudah mengajarkan bahwa jika ada wabah maka harus ada karantina. Tidak boleh bercampur yang sakit dengan yang sehat.  Alquran mengatakan agar kita tidak menghancurkan diri kita sendiri kepada kebinasaan. Hal ini juga sesuai sabda Nabi Muhammad SAW  agar kita tidak berbuat sesuatu yang membahayakan diri kita dan orang lain.