Menumbuhkan Spirit Pengorbanan di  Tengah  Pandemi.  Demikian tema yang diangkat dalam Kajian Rutin Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 24 Juli 2020. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh Dosen dan Tendik FPSB UII tersebut menghadirkan Dr. Muh. Su’ud sebagai pembicara.

Dalam paparannya Dr. Muh. Su’ud banyak menguraikan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang sangat luar biasa, dimana setelah lama menunggu untuk diberi keturunan akhirnya Allah SWT berkenan memberikannya seorang anak lak-laki. Namun  demikian, di saat anak itu tumbuh dan sedang lucu-lucunya, justeru ada perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih sang buah hati tersebut. Luar biasanya, setelah perintah itu disampaikan kepada sang anak yang tak lain adalah Nabi Ismail, maka sang anakpun dengan sangat sabar bersedia untuk disembelih oleh ayahnya sendiri. Dalam perjalanan menuju lokasi penyembelihan, banyak sekali godaan yang dilancarkan setan sehingga Nabi Ibrahim pun melempari para setan dengan kerikil (dalam prosesi haji dikenal dengan lempar jumrah).  Keikhlasan dan kesabaran keduanya itulah yang kemudian diganti oleh Allah dengan domba yang sangat besar. Ismail dianggap sebagai simbol keserakahan, kecintaan dunia, dan keegoisan yang harus disembelih.

Terkait dengan kondisi pandemi wabah Covid-19 saat ini, menurut Dr. Muh. Su’ud menyikapinya sebagai sesuatu yang lumrah terjadi dimana kondisi manusia memang tidak selalu dalam keadaan nyaman. Manusia seringkali mengalai cobaan-cobaan, seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan anak, kehilangan isteri , cobaan sakit maupun wabah seperti saat ini. Tidak hanya dialami manusia biasa, kondisi tersebut juga banyak dialami oleh para Nabi dan Rasul.

Oleh karena itu , Dr. Muh. Su’ud mengajak jamaah untuk bisa meniru kerelaan Nabi Ibrahim dalam mengikuti perintah Allah (berkurban) untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.  Meniru untuk memiliki semangat sabar dalam menghadapi cobaan hidup maupun semangat ikhlas berbagi  atau berkurban untuk sesama.