Paparan definisi etnik “Indonesia Tionghoa” serta hubungan antara etnik Tionghoa, Hindia Belanda dan Tiongkok masa Pra-Kemerdekaan RI yang disampaikan oleh Dr. Johanes Herlijanto mengawali diskusi bertema Etnik Tionghoa dalam Pusaran Hubungan Indonesia-Tiongkok yang diselenggarakan Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Senin, 17 Februari 2020 di ruang audiovisual FPSB UII.

Selain menghadirkan narasumber eksternal, kegiatan diskusi tersebut juga menghadirkan Muhammad Zulfikar Rahmat, B.A., MA., Ph.D yang juga dosen Prodi HI FPSB UII sebagai narasumber internal.

Lebih jauh Dr. Johanes Herlijanto dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan terkait sejarah perkembangan etnik Tionghoa di masa lalu, masa  kebangkitan Tiongkok serta seluk beluk mengenai penerimaan pribumi terhadap etnik Tionghoa yang juga sering diperdebatkan sebagai orang Cina maupun orang Tiongkok.

Sementara Muhammad Zulfikar Rahmat, B.A., MA., Ph.D dalam kesempatan tersebut banyak menyampaikan tentang soft power etnik Tiongkok pada dunia termasuk dinamika visi dan misi besar Tiongkok untuk membangun Belt Road Inititative (BRI) yang sebelumnya dinamakan One Belt One Road (OBOR).