“Kita memang harus beda dengan asosiasi yang sudah ada terlebih dulu (baca: aspikom). Kita khusus asosiasi yang mengkaji dan mengembangkan komunikasi berdasarakan nilai-nilai Islam”. Demikian kiranya kelakar santai namun juga bisa dikatakan serius yang disampaikan oleh Ketua Penasehat ASIKOPTI periode 2019-2022, Drs. Bono Setyo, M.Si. pada rapat formatur kepengurusan ASIKOPTI periode 2019-2022 yang digelar pada hari Rabu, 12 Februari 2020 di ruang auditorium FPSB UII.

Mantan ketua ASIKOPTI periode 2016-2019 tersebut dalam sambutannya juga berharap agar format lengkap kepengurusan ASIKOPTI nantinya bisa terbentuk sekaligus disosialisasikan pada lebaran mendatang.

Sedangkan Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dalam sambutannya menegaskan peran penting yang bisa diambil oleh asosiasi. Apalagi ditopang dengan konsep Kampus Merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim. Dari konsep tersebut nantinya kewenangan akan lebih banyak diberikan kepada Perguruan Tinggi dan asosiasi. “Jika asosiasi diperkuat, besok-besok akan jadi rujukan anggotanya”, ungkap Pak Fuad.

Sementara ketua terpilih ASIKOPTI periode 2019-2022, Erik Setyawan, M.I.Kom (UNISBA) dalam kesempatan tersebut berharap bisa mengenal lebih dekat para pengurus baru ASIKOPTI agar komunikasi organisasi bisa berjalan dengan baik.