Selaku Orangtua Muslim, apa sih tantangan terbesar/terberat/terkini/ter… yang Bapak/Ibu rasakan, alami, pikirkan dalam mengasuh, mendidik, membersamai putra/putrinya yang kuliah di Perguruan Tinggi? Demikian pertanyaan pembuka yang disampaikan oleh Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Si pada Seminar Parenting yang merupakan rangkaian agenda kegiatan Pertemuan Orangtua/Wali Mahasiswa (POTMA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), 9 November 2019 di GKU. Prof. Dr. Sardjito, M.Ph. POTMA sendiri merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun guna menyambung komunikasi antara orangtua/wali mahasiswa FPSB UII dengan pengelola prodi dan fakultas. Disini orangtua/wali bisa langsung menyampaikan harapan-harapan kepada pihak prodi dan atau fakultas, serta bisa mendaptkan informasi terkait proses belajar mengajar yang diterima oleh anak-anaknya.

Kembali ke sesi parenting, Irwan menegaskan bahwa kesuksesan sebuah keluarga itu bisa dilihat dari seberapa besar upaya keluarga dalam proses menaati/menjalani setiap perintah dan larangan dari Allah SWT dengan tujuan agar keluarganya terhindari dari siksa api neraka (baca: mengharap ridho Allah SWT) sebagaimana tertuang dalam AL Quran Surat At- Tahrim [66]:6 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman,  peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang sedikit pun tidak mendurhakai Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Irwan pun mengajak peserta agar kembali memurnikan niat dalam beribadah, karena ibadah itu tidak akan ada nilainya sama sekali di mata Allah saat kita melakukannya karena ingin dipuji atau riya’ termasuk dalam mendidik anak. “Syarat pokok diterima suatu amal shalih adalah ikhlas karena Allah semata, dan amal tersebut harus sesuai dengan contoh dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”, tegasnya. Hal tersebut didasarkan pernyataan Ibnu Katsir rahimahullah, “Inilah dua landasan amal yang diterima, ikhlas karena Allah dan sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Terkait perkembangan teknologi saat ini pun Irwan mewanti-wanti untuk lebih berhati-hati, sebab dampaknya bisa ke arah ujub, riya’ dan sum’ah yang keberadaannya tersembunyi di dalam hati sehingga jarang disadari.

Selain mengajak orangtua untuk bisa beribadah dan mendidik anaknya dengan penuh keikhlasan karena Allah semata, Irwan Nuryana juga menyampaikan 7 kunci sukses yang merupakan penjabaran dari QS Al Fatihah. Ketujuh kunci sukses tersebut adalah mengawali setiap kegiatan dengan basmallah, pandai mensyukuri setiap nikmat yang Allah sudah berikan, senantiasa berprasangka baik pada Allah atas ketetapannya pada kita, beribadah atau melakukan amal kebaikan dengan berorientasi akhirat, senantiasa menegakan ibadah dan doa, konsisten dalam komitmen serta bercermin/instrospeksi dengan apa yang sudah dilakukan.