Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan hidup (baik secara agama dan secara ekonomi) bagi hambaNya yang mau berhijrah, baik hijrah secara fisik atau pindah tempat ke tempat yang memiliki potensi lebih baik, maupun hijrah maknawi yakni berpindah dari dari kemaksiatan menuju ketaatan.

Demikian pesan yang disampaikan oleh oleh Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, Lc. MA pada kegiatan pengajian rutin bulanan bagi dosen dan tendik Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bertema “Muharram sebagai Momentum Hijrah”, Jumat, 20 September 2019 di ruang Auditorium FPSB UII.

Lulusan program doktoral Universitas Islam Madinah mengawali kajiannya dari sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW yang saat itu dipicu oleh rencana pembunuhan terhadap beliau oleh kaum kafir Quraisy. Menurut beliau untuk hijrah memang biasanya akan mengalami tantangan yang  sangat berat, seperti hanya yang pernah dialami oleh para muallaf yang pernah menjadi pemuka agama non Islam.

Kepada mereka yang akan bertobat beliau mengajak agar masyarakat bisa menerima mereka yang sudah mempunyai niat hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan. “Harus ada empati pada mereka yang akan bertobat. Kalau masyarakat responnya negatif, mereka tidak jadi tobat”, tuturnya.

Selebihnya, kepada peserta ust. Ihsan juga mengajak untuk senantiasa menjaga sholat dengan baik.  “Sholat itu salah satu pentingnya termasuk untuk memperoleh pertolongan dari Allah swt. Selagi orang itu masih sholat, dia masih berhak mendapat pertolongan dari Allah SWT” tambahnya.