Intercultural Learning and Each Importance in Educations. Demikian tema kuliah tamu yang diangkat oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 13 September 2019 di ruang auditorium FPSB UII. Hadir sebagai pemateri adalah Dr. Irid Rachman Agoes, MA., Ph.D dan Dr. Irianti Usman Natanegara, MA.

Dalam paparannya tentang Pendidikan dan Pemahaman Antarbudaya. Beliau mengkritisi tujuan pendidikan (pendidikan tinggi) yang sudah dituangkan dalam Undang-undang yang seyogyanya akan menghasilkan lulusan yang cerdas secara keilmuan, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berkepribadian, berakhlak mulia, serta memiliki ketrampilan yang dibutuhkan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Namun kenyataannya, sejak 2004 sd 2019 setidaknya ada 124 kepala daerah (gubernur, walikota/bupati) terjerat korupsi oleh KPK. Ini sumbernya dari KPK”, ungkapnya.  Bahkan, beliau juga menyajikan data banyaknya koruptor berstatus PNS dari berbagai daerah di Indonesia.

Terkait dengan pemahaman antar budaya, menurutnya perlu didahului dengan beberapa tahapan, seperti tahapan pribadi yang terkait pemahaman atas konsep diri, berfikir kritis, kreatif, percaya diri dan memiliki motivasi kuat, memiliki penghayatan atas kehidupan sebagai sebuah nilai (values) dan bukan sebagai materi semata serta mampu menahan tekanan dari luar maupun dari dalam, tahapan antar pribadi yang berkait erat dengan empati kepada orang lain, fleksibel dan memiliki ketrampilan sosial, memiliki kerampilan berkomunikasi, memiliki komitmen untuk menghargai memberi manfaat pada masyarakat secara kooperatif, serta tahapan antarbudaya dimana pada tahapan ini kita semestinya bisa berteman dengan orang lain yang berbeda agama, suku, ras maupun berbeda golongan, bisa belajar banyak bahasa (asing), dan juga bisa mengenal dan mempelajari budaya lain.

Sedangkan Ibu Irianti dalam kesempatan tersebut banyak menyampaikan seputar keuntungan yang bisa didapatkan saat kita bisa memahami banyak budaya di dunia ini, khususnya keuntungan dalam memerpkuat identitas diri untuk bisa semakin mengenal Tuhan.