Spiritualisme Al-Quran: Meraih Ketinggian Spiritual dalam Bulan Suci Ramadhan

Nizamuddin Sadiq, S.Pd., M.Hum, Ph.D, 01/04/2024 11:35 WIB

Seorang anak sedang mempelajari Al_Qur'an

Oleh: Nizamuddin Sadiq – Dalam tradisi Islam, bulan Ramadhan identik dengan sebutan Syahrul Qur’an, atau bulan Al-Quran. Sebutan ini dilatarbelakangi oleh diturunkannya Al-Quran, sebagai kitab suci umat Islam, kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil bagi umat manusia. Oleh karena itu, bulan Ramadhan dianggap sebagai waktu yang sangat istimewa dan bersejarah bagi umat Islam karena merupakan saat turunnya petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam bentuk Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah:185, yang artinya.

“Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an; menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).”

Dalam ayat ini, Allah menegaskan pentingnya Ramadhan sebagai bulan yang di dalamnya Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam setiap aspek kehidupan untuk menjalani kehidupan yang berakhlak dan mulia. Selain itu, sebagai petunjuk, Al-Qur’an tidak hanya memuat ayat-ayat tentang hukum dan ritual agama, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual yang tinggi. Spiritualisme Al-Quran merujuk pada kegiatan yang mengarah pada pemahaman mendalam dan penghayatan terhadap pesan-pesan spiritual yang terkandung dalam Al-Quran.

Bulan Ramadhan adalah panggung yang sempurna untuk menghayati spiritualisme Al-Qur’an.  Dengan kata lain bulan Ramadhan menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Al-Quran, memahami pesan-pesannya, dan mengambil pelajaran darinya. Hadis riwayat Abu Hurairah menyebutkan:

“Jibril biasanya datang kepada Rasulullah SAW setiap tahun sekali di bulan Ramadhan, maka dia mengajarkan Al-Quran kepadanya.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis ini, bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan di mana Jibril mengajarkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menegaskan pentingnya bulan Ramadhan dalam konteks turunnya Al-Quran dan pembacaan serta pemahaman Al-Quran oleh umat Muslim. Oleh karena itu, bulan Ramadhan, sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, memberikan kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan spiritualisme mereka melalui tilawah (membaca), memahami, dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Quran. Dengan mendalami makna ayat-ayat Al-Quran, umat Islam dapat mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi selama bulan Ramadhan. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

‘Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata: ‘Ya Rabb, aku telah menahannya dari makan dan minum serta syahwat di siang hari,’ dan Al-Qur’an akan berkata: ‘Aku telah menahannya dari tidur di malam hari. Maka, berilah keduanya syafaat kepada hamba tersebut.’

Hadits ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan dan tilawah Al-Quran adalah dua ibadah utama yang akan memberikan syafaat kepada umat Muslim di hari kiamat. Dengan demikian, keduanya saling terkait erat dan memiliki peran penting dalam kehidupan spiritual umat Islam serta dalam mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi.

Tingkat spiritual yang tinggi tersebut dapat diraih dengan memaksimalkan ibadah dan interaksi dengan Al-Qur’an. Interaksi tersebut bukan hanya sekadar membaca Al-Quran, tetapi juga memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya dan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW juga mengajarkan umat Islam untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT selama bulan Ramadhan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan kata lain, bulan Ramadhan menjadi momen yang istimewa bagi umat Muslim untuk mendalami ajaran-ajaran Al-Quran, menguatkan keimanan, dan memperbaiki diri secara spiritual.

Selama bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperdalam koneksi spiritual mereka dengan Al-Quran melalui berbagai cara, seperti:

 

1. Tilawah (Membaca) Al-Quran

Tilawah Al-Quran, atau membaca Al-Quran, merupakan amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Umat Muslim dianjurkan untuk membaca Al-Quran secara rutin dan memperbanyak tilawahnya, baik secara perorangan maupun dalam kelompok. Membaca Al-Quran dengan penuh tafakur (renungan) akan membantu meningkatkan pemahaman terhadap pesan-pesan Allah SWT.

2. Memahami dan Merenungi Makna Al-Quran

Selain sekadar membaca, penting untuk memahami dan merenungi makna Al-Quran selama bulan Ramadhan. Umat Muslim disarankan untuk memperdalam pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Quran, merenungkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, dan mengambil pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mengamalkan Ajaran Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari

Salah satu tujuan utama membaca Al-Quran adalah agar umat Muslim dapat mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Selama bulan Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk lebih menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terdapat dalam Al-Quran, seperti keadilan, kasih sayang, tolong-menolong, dan keikhlasan.

4. Berpuasa dan Menunaikan Ibadah Lain dengan Berlandaskan Al-Quran

Al-Quran menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah lainnya. Umat Muslim disarankan untuk menjalankan puasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sesuai dengan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran.

5. Menggunakan Al-Quran sebagai Sumber Inspirasi dan Pemacu Diri

Selama bulan Ramadan, Al-Quran dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan pemacu diri untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan. Umat Muslim disarankan untuk mengambil hikmah dan motivasi dari kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Quran, serta menjadikan Al-Quran sebagai panduan dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan bertaqwa.

Dengan mendalami spiritualitas Al-Quran selama bulan Ramadhan, umat Islam dapat mengalami pertumbuhan spiritual yang signifikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan lebih mendalam. Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas, umat Muslim dapat memanfaatkan keistimewaan bulan Ramadhan dengan cara yang terbaik, yakni dengan mendekatkan diri kepada Al-Quran, memperdalam pemahaman terhadap ajaran-Nya, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Spiritualisme Al-Quran adalah kunci untuk meraih ketinggian spiritual dalam bulan suci Ramadhan. Dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Quran, umat Islam dapat mencapai kedekatan yang lebih dalam dengan Allah SWT dan memperoleh keberkahan hidup serta ampunan-Nya. Wallahu a’lam bishowab.