Menjadikan Doa Sebagai Perisai dan Pusaka Kehidupan

Oleh: Aris Budiono (Tendik FPSB UII)—-

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.(Al baqoroh: 186)

Pendahuluan

Salah satu agar doa kita senantiasa dikabulkan oleh Allah SWT maka kita harus punya amalan khusus. Amalan yang kita rasa itu dicintai Allah SWT serta amalan yang melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW.

Berjuang  dengan memakmurkan Masjid dan mengurusi kegiatan masjid adalah salah satu cara melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW, dan ini salah satu hal yang dapat dilakukan dalam kehidupan. Dengan kegiatan tersebut hati akan terasa sangat dekat dengan Allah SWT dan merasa banyak doa yang senantiasa selalu dikabulkan. Bahkan hanya dalam lintasan pikiran keinginan tersebut bisa terwujud.

Salah satu hal yang sangat saya ingat saat itu adalah ketika terpikir ingin pergi haji tapi belum ada biaya sehingga belum kesampaian. Dengan menyibukan diri mengurus kegiatan Ramadhan di masjid saat itu ternyata keberkahan Allah SWT turun. Walaupun hanya lewat mimpi, Allah SWT memberi kuasa-Nya menyampaikan keinginan saya untuk bisa beribadah di Masjidil Haram tepat di depan ka’bah,  ini merupakan nikmat Allah SWT yang tidak bisa saya lupakan sampai saat ini. Alhamdulillah sekarang saya juga sudah punya nomor porsi Haji walaupun dalam antrian panjang.

Cerita lain yang juga sangat berkesan bagi penulis pribadi adalah ketika saya berpikir ingin punya rumah pribadi tapi juga belum cukup biaya. Ini secara tidak langsung juga masih berkaitan dengan amalan mengurusi masjid. Waktu itu saya sudah berikhtiar kesana kemari sampai survei lokasi mencari tanah untuk membangun rumah, tapi belum ada yang sesuai dengan keinginan. Akhirnya saya terpikir ingin KPR rumah subsidi. Keinginan tersebut saya sampaikan ke teman-teman sesama pengurus masjid, saya menyampaikan keteman-teman bahwa saya akan pindah melanjutkan perjuangan mengurus masjid di tempat lain karena saya di sini ingin bangun rumah tapi tidak bisa beli tanah di dekat sini karena sudah sangat mahal. Namun karena kepdulian sesame pengurus masjid dan berkat bantuan orang tua saya, Alahamdulillah saya mendapat tanah dan bisa membangun rumah dekat masjid.

Cerita ini sebagai gambaran dari saya bahwa ketika kita meminta atau menghadap kepada Allah SWT, maka kita harus membawa “PUSAKA” yang bersyarat.

Memaknai Doa sebagai Pusaka

Pusaka atau senjata bagi seorang yang beriman ketika menghadap Allah SWT adalah wajib dibawa. Tanpa dengan pusaka maka Allah SWT tidak akan melirikan pandangan ke kita. Dan permintaan kita pun jauh dari harapan terpenuhi.

“Lantas apa yang dimaksud pusaka ini? Pasti pembaca penasaran ya? karena pasti ada yang berpikir kalau pusaka pasti behubungan senjata kuno entah keris dan lain sebagainya. Yang jelas penulis memaknai pusaka ini adalah senjata yang pertama dan terakhir dalam menghadapi segala hal.

“PUSAKA”, adalah yang penulis namakan sebagai kata lain “DOA” yang memang sudah awam dan sering kita dengar, kita lihat, kita baca dalam banyak berita diberbagai media. Jadi kita boleh memberi nama sesuatu sesuka hati asalkan bertujuan baik dan bermakna bagus. Pusaka atau doa adalah penting bagi setiap orang beriman. Karena doa itu adalah ibadah.

“Yuk kita tanyakan pada diri kita, kenapa kita harus menghadap Allah SWT dengan “pusaka” atau kata lain doa?”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa doa adalah ibadah (no. 2969. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani). Jadi ketika kita memaknai doa adalah ibadah sudah hal yang pasti bahwa kita akan mendapat pahala dari doa itu. Karena kita tahu bahwa berdoa pasti ada pahalanya, maka kita akan jadi iklas dengan doa itu, entah akan dikabulkan dengan segera atau dalam tempo yang tertunda. Atau bisa juga doa itu dikabulkan dalam hal lain. Dan tentu itu adalah keputusan terbaik dari Allah SWT untuk kita. Perlu digaris bawahi apapun hasil dari doa itu, Allah SWT tetap memberi pahala atas doanya.

Dengan berpedoman pada hadist tersebut kita harus banyak berdoa. Karena doa itu merupakan ibadah, dan kita diciptakan Allah SWT juga untuk beribadah juga. Dan dengan ada dikabulkannya doa sesuai permintaan kita tersebut, anggap saja itu bonus dari Allah SWT atas ibadah doa kita. Dengan seperti itu kita lebih ikhlas dalam berdoa sehingga potensi dikabulkannya akan lebih besar.

Walaupun Allah SWT sudah menjamin rezeki seseorang, kita juga tidak disalahkan untuk meminta tambahan rezeki tersebut. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Mu’min ayat 60 yang artinya sebagai berikut:

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Al mu’min:60)

Dari firman Allah SWT tersebut kita diminta berdoa atau beribadah kepada Allah SWT. Bahkan Allah SWT menegaskan, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari berdoa atau beribadah kepada Allah SWT akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam dalam keadaan terhina.

Kemudian karena kita diperkenankan meminta atau berdoa. Jadi sudah barang pasti dengan doa itu berharap dikabulkan. Adapun syarat doa kita dapat di kabulkan . Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 186 yang artinya:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.(Al baqoroh: 186).

Dari ayat di atas dapat di pahami syarat doa terkabul minimal ada dua poin:

  1. Melaksanakan segala perintah Allah SWT (Takwa)
  2. Selalu melakukan kebenaran (Taat)

Pada poin pertama melaksanakan perintah Allah SWT dapat disebut juga selalu bertakwa. Taqwa itu sendiri bisa diartikan taat. Taat untuk selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi laranganNYA. Takwa juga menjadi sebuah benteng setiap muslim untuk melindunginya dari kemurkaan Allah SWT.

Bagi setiap muslim yang taat melaksanakan perintah-Nya, pasti akan mendapatkan ganjaran kebaikan, begitupun sebaliknya. Dengan bertaqwa, seorang hamba akan selalu merasa cukup dengan rizki yang diperolehnya. Kemudian seorang hamba yang bertakwa juga memiliki keutamaan yang sangat besar, salah satunya ialah akan dimudahkan setiap urusanya oleh Allah SWT. Hal tersebut sesuai firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat At-Thalaq ayat 3:

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(At Talak:3)

Di poin kedua selalu melakukan kebenaran. Pada poin ini mungkin ada ungkapan Jawa “Jamane jaman edan, sing ra edan ora komanan”. Mungkin banyak orang di jaman ini yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Hal yang salah bisa jadi benar dan salah bisa benar. Semua hal dihalalkan tanpa melihat itu benar atau tidak dimata Allah SWT. Padahal melakukan kebenaran adalah perintah Allah SWT, hal tersebut sesuai perintah Allah SWT dalam Al Qur’an surat Surat Ali ‘Imran Ayat 104:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.(Ali Imran: 104.

Allah SWT menekankan kewajiban keberadaan segolongan kaum muslimin yang menyeru kepada Islam, mengajak kepada ketaatan dan melarang kemaksiatan. Orang-orang yang mendapat derajat yang tinggi yang melakukan amalan ini adalah orang-orang yang akan meraih surga.

Dari dua poin syarat doa terkabul diatas terlihat ringan namun berat untuk dilaksanakan. Kuncinya hanyalah takwa dan taat. Takwa yaitu melaksanakan perintahNYA dan menjauhi serta meninggalkan laranganNYA. Dan taat, yaitu mematuhi aturan. Baik itu aturan kebenaran dan kesalahan. Semua harus ditegakan sesuai hukum syariat Allah SWT. Dengan takwa dan taat jika kita berdoa Insya Allah sang maha pemberi akan mengabulkan permintaan kita.

Selain itu Kita harus fokus di dalam memanjatkan doa pada Allah SWT, untuk menentukan kesuksesan diterima atau tidaknya permohonan tersebut.

Dan ingat, doa akan dikabulkan Allah SWT pada waktu yang paling tepat menurut Allah SWT. Karena Allah SWT paling mengetahui sesuatu yang ghaib dan baik bagi hamba-hamba Nya.

Kita juga tidak boleh tergesa-gesa dalam berdoa, Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits Nabi SAW yang artinya: “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa.”

Kemudian sahabat yang lain bertanya, “Apa maksud tergesa-gesa itu, wahai Rasulullah?”

Rasulullah  SAW bersabda: Yaitu ketika seseorang berkata, “Aku berdoa, aku berdoa, aku berdoa, namun belum juga dikabulkan.” (HR. Bukhari no. 6340  dan Muslim no. 2735).

Penutup

Doa merupakan sangat penting bagi seorang muslim, maka dari itu kita harus bertawakal dan bersabar dengan doa kita. Semua doa kita adalah ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT. Semua doa akan dikabulkan. Hanya bentuk dan waktu mungkin tidak sesuai yang kita harapkan . Allah SWT lebih mengetahui apa yang kita butuhkan. Jadi Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita semua.

Saat kita merasa doa kita sudah menemukan titik jawaban dari Allah SWT, tak dapat dipungkiri bahwa akan ada bisikan hati kecil yang meyakini bahwa doa kita didengar dan akan dikabulkan Allah SWT.

Kemudian jika kita sudah merasa doa-doa kita sudah dikabulkan Allah SWT, kita harus tetap istiqamah. Istiqamah dalam keimanan, ketakwaan dan ketaaatan. Dan kita harus selalu berdoalah kepada Allah SWT karena kita membutuhkan doa tersebut sebagai sarana kita lebih dekat sang Kholik. Wallahu A’lamu bis Shawab.