Oleh : Giri Hadmoko (Tendik FPSB UII)—- Kita pasti tahu dan sadar bahwa suatu kehidupan itu pasti ada akhirnya yaitu kematian. Kematian merupakan sesuatu peristiwa keluarnya ruh dari jasad manusia.  Dalam Islam, kematian menjadi awal perpindahan dari alam dunia ke alam barzah, roh manusia yang wafat akan tinggal di alam barzah hingga kebangkitan manusia dari kuburnya saat kiamat kelak. Kematian menjadi permulaan menuju alam akhirat yang kekal, setelah kematian pun masih melewati masa pertanggung jawaban atas semua apa yang kita lakukan dan perbuat di dunia.

Saat di alam kubur ada siksa kubur dan nikmat kubur, barang siapa yang saat di dunia banyak amal shaleh pasti akan beruntung dan mendapat nikmat kubur, dan sebaliknya. Penyesalan pun tidak ada gunaya lagi bagi ruh yang saat masih ada dalam jasad saat di dunia banyak melakukan dosa. Di dunia ini makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, suatu kejadian yang rahasia bagi kita kapan dan dimana itu akan terjadi. Hanya Allah SWT yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang mengetahui kematian makhlukNya.  Hanya saja dalam dunia nyata, banyak yang mengabaikan tentang kematian itu.  Kita sering lalai bahwa kematian itu pasti akan datang, kita terlalu sibuk dengan hiruk-pikuk dunia, gemerlap dunia, keindahan dunia, kenikmatan dunia, sampai kita lalai.  Sehari-hari kita hanya meluangkan sedikit waktu untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kesibukan dunia menjadikan ibadah kita nomor kesekian dan bukan yang utama, sebenarnya kita sebagai umat Islam sudah jelas diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.  Telah tertulis dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56 Al-Qur’an:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ


“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Sangat jelas bahwa Allah SWT telah berfirman bahwa manusia dan jin diciptakan untuk ibadah, bukan untuk bersenang-senang saja apalagi menyekutukanNya. Ibadah adalah inti dari tujuan diciptakannya makhluk.  Dalam Islam sendiri ibadah terbagi dua yaitu ibadah mahdhah dan ibadah muamalah atau ibadah ghairu mahdhah.  Ibadah mahdhah merupakan ibadah sebagai wujud penghambaan murni seorang hamba kepada Allah SWT.  Dalam ibadah mahdhah, seorang hamba seakan terhubung langsung dengan Allah SWT melalui serangkaian ritual ibadah sesuai dengan yang disyariatkan.  Sesuai perintah AllAh SWT baik dalam Al-Quran maupun sunnah, ibadah ini sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan. Seperti sholat, zakat, puasa, iktikaf, sodaqoh, berqurban, berhaji, membaca Alquran dan masih banyak lagi.

Sedangkan ibadah gohiru mahdah yang bersifat ibadah antar sesama seperti menjauhi jual beli barang yang haram serta menikmati barang yang tidak halal, tidak menipu ataupun memanipulasi takaran, timbangan, dan kualitas barang dalam berdagang,menjauhi suap, riya, riba, iri dengki.  Bersenang senang dengan keluaraga, bersosial, toleransi dan saling menghormati antar sesama dan masih banyak lagi. Dalam Islam kita harus seimbang dalam menjalankan ibadah dan mengamalkan, antara ibadah kepada Allah SWT, dan ibadah antar sesama. Hablum minallah, hablum minannas.

Saat kita resapi dan cermati tentang kehidupan, karunia Allah SWT yang ada pada diri kita itu sebenarnya sangat banyak sekali, bila kita hitung mungkin tak terhingga.  Kita diberi kehidupan di dunia ini untuk menikmati alam serta isi yang ada di dalamnya.  Rezki, keluarga, anak yang kita sayangi, maupun kesehatan, semua itu adalah nikmatNya. Maha suci Allah, Tuhan seluruh Alam raya.

Seharusnya kita sebagai orang Islam yang beriman harus selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Walaupun itu sedikit atau banyak, susah atau senang, itu wujud ketaatan kita pada sang Pencipta. Jangan yang ada malah kesombongan dan kurang puas diri yang muncul di hati kita atas segala nikmatNya. Kita dalam hidup harus perbanyak menjalankan amalan ibadah kepada Allah SWT.  Semua amal ibadah yang kita kerjakan itu kelak menjadi bekal dan penyelamat kita saat melewati dan menjalani setelah kematian itu tiba. Bukan malah menyibukkan diri dengan urusan dunia melampaui batas.  Sementara sebenarnya semua yang ada di dunia akan kita tinggalkan. Ingatlah kematian itu sangat dekat dengan kehidupan kita. Semua yang ada di dunia ini tidak akan bermanfaat dan malah menjadi kerugian bagi kita di akhirat kelak bilamana kita dalam menyikapinya di kehidupan dunia ini tidak dilandasi untuk beribadah kepada Alloh SWT.

Dengan semua kenikmatan dunia yang penuh dengan tipu daya, terkadang kita pernah melakukan keburukan, kejahatan, kemaksiatan yang dilarang agama. Kita tahu kematian itu akan datang menghampiri setiap makhluk yang bernyawa.  Bilamana telah tiba waktunya di manapun berada, Sang Maha Memiliki akan mengambil kembali atas semua yang dikehendakinNya.  Sangat rugi dan menyedihkan bila semua itu terjadi pada saat kita melakukan dosa.

Di dunia ini kita harus mengupayakan untuk mempersiapkan akan kematian itu. di kehidupan sehari hari dengan meningkatkan iman dan taqwa. Percaya Kepada Allah SWT keyakinan yang harus di tananmkan di hati manusia. dengan itu keselamatan di dunia dan akhirat akan terjamin. pelajari dan tanamankan ilmu agama dalam diri dan di amalkan, menjalankan kewajiban sebagai orang islam dengan meningkatkan dalam hal sholat lima waktu, biasanya kita menunda nunda sholat kita usahan untuk sholat fardu di awal waktu, puasa Ramadhan, zakat dan memperbayak amalan amalan  sunahNya, seperti sholat tahajud puasa sunah, ziarah kubur , menjenguk orang sakit dan masih banyak lagi, tetap istikomah  dalam menjalani dan mengahadapi cobaan di dunia, di saat kita di beri kenikmatan kita harus ingat untuk mengucpkan syukur Kepada Alloh SWT, dan sebaliknya disaat kita di uji dengan musibah kita harus bersabar. kita harus senantiasa bertaubat, karena manusia di saat lengah mudah sekali melakukan dosa. mohon ampunan Alloh SWT akan menjadikan kita sadar bahwa manusia itu lemah. semua itu akan menjadi pengingat bahwa kematian itu pasti akan datang dan pastinya tanpa pemberitahuan, maka dari itu agar kita selalu terjaga dari perbuatan dosa saat menghadapi kematian itu.

Beruntunglah manusia yang selalu di jalan Allah SWT.  Kematian suatu peristiwa yang menakutkan bagi orang di dunia ini. Maka jagalah diri kita dalam menjalani hidup di dunia ini, jangan dunia menjadi tujuan utama kita, tetapi hidup di dunia ini jadikanlah sebagai ladang kehidupan yang utama untuk beribadah kepada Allah SWT.  Sisa umur kita hidup di dunia ini marilah kita isi dengan amal-amal ibadah, karena semua amal-amal ibadah kita sebagai persiapan bekal di kehidupan akhirat kelak. Karena kehidupan di dunia ini hanya sementara dan akhiratlah yang kekal. Kita hidup di dunia ini akan kita pertanggung jawabkan kelak di akhirat, bukan harta tahta yang akan kita bawa tapi amal ibadah di dunia yang akan menyelamatkan kita di akhirat kelak. Maka mulailah dari sekarang berlomba lomba di dunia dalam kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa.  Semoga kita menjadi orang yang berutung di dunia dan akhirat.