Bekerja kolegial, rekognisi internasional, dan pelayanan berbasis digital diangkat sebagai tema Rapat Koordinasi Kerja (RAKORJA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Satu, 10 Oktober 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Kegiatan tahunan ini dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi tema yang diangkat. Menurutnya, kolegialitas mampu meruntuhkan kemapanan teori jenjang karir. “Karir yang murni (dosen) adalah sebagai dosen sampai dengan level guru besar (professor). Innovasi bisa muncul di semua level. Ini kolegialitas yang baik. Jaga semangat kolegialitas. Harus kompak!”, ungkapnya.

Menyinggung masalah digititalisasi, Rektor tidak hanya mengingatkan tentang hardware, namun perilaku atau budaya. Simulasi sederhana adalah memulai pengiringan undangan secara digital, tidak lagi menggunakan kertas. Sementara regonisi internasional menurut rektor akan bisa diraih dengan akreditasi, sertifikasi dan dual degree.

Rektor juga mengajak agar mahasiswa dan dosen terbiasa dengan perjalanan ke LN, baik melalui konferensi-koneferensi internasional, seminar maupun melalui P2A bagi mahasiswa. Karena menurutnya mobilitas  internasional menjadi bagian dari mondialitas.

“Mondialitas lainnya adalah karya kelas internasional. Bagaimana itu bisa meningkatkan kualitas kita hingga sejajar dengan mitra2 kita. Mondialitas bisa dicapai bareng-bareng. Mondial itu kualitas. Bukan geografis (asing). Asing belum tentu internasional. Nasional belum tentu tidak internaisonal. Yang penting bagaiman kita men-sett ke ke deepan dan menyiapkan anak tangga untuk mencapai itu. Inilah pentingnya rakorja, yakni bagaimana anak tangga itu disepakati untuk mencapai bintang yang akan ducapai bersama”, pungkasnya.

 

Kegiatan rakorja sendiri diisi dengan pemaparan program-program kerja, baik yang sudah diraih maupun yang akan direncanakan.