Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan pembekalan bagi para calon alumni. Kali ini pembekalan menghadirkan alumni Prodi Psikologi angkatan 2000 yang sedang mengemban amanah sebagai General Manager, Human Resources di PT. PGN, tbk., Sigit Tri Hartanto Sukamto, S.Psi., M.Psi.

Dekan FPSB UII dalam sambutannya berpesan kepada para calon alumni untuk menjadi alumni UII  yang rahmatan lil ‘alamii atau memberi/membawa kebaikan dan kebermanfaatan pada masyarakat sesuai dengan tujuan didirikan UII. Saat bekerja, para alumni diminta tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan duniawi tapi juga kebutuhan akhirat.

“Tidak ada pilihan kecuali Anda menjadi orang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Sesuai dengan rasulullah, sesuai dengan ulama. Rajin ibadah, tetap berkarya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai Anda menjadi sekuler, liberal dan sebagainya. Jangan sampai nanti Anda menganggap bahwa sholat itu tidak penting. Sholat itu sangatlah penting”, pintanya.

Sementara Sigit Tri Hartanto Sukamto dalam paparannya yang berjudul Stretgi Menghadapi Dunia Kerja Era 5.0 dimana era 5.0 tersebut merupakan sebuah tatanan masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan teknologi dengan menyelesaikan masalah melalui sistem yang mengintegrasikan dunia maya dan ruang fisik, mengajak peserta untuk menyikapinya dengan terus memaksimalkan pengembangan potensi diri usai lulus S1. Hal ini penting karena persaingan di dunia kerja saat ini begitu ketat, begitu membutuhkan ketrampilan yang lebih, khususnya dalam bidang pemanfaatan teknologi.

“Kami (baca: PT. PGN, tbk ) tertarik dengan freshgraduate yang siap bekerja. Kami mendahulukan mereka yang aktif berorganisasi, proficient in English dan tahu teknologi”, ungkapnya.

Sigit pun berbagi kiat dalam merespon masa depan dengan berinvestasi pada pengembangan digital skills, menerapkan prototype teknologi baru (learn by doing), pengembangan kemampuan melalui pendidikan berbasis international certification dan digital skills, responsif terhadap industri, bisnis, dan perkembangan teknologi, dan untuk penyelenggara pendidikan bisa menerapkan kurikulum dan pembelajaran berbasis human-digital skills.

Kepada peserta, secara khusus alumni prodi psikologi angkatan 2000 ini menerangkan beberapa kebutuhan skill untuk menghadapi masa depan, seperti kemampuan bernegosiasi (negotitation skills), kemampuan menyelesaikan banyak permasalahan (complex problen solving), berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creativity), orientasi layanan (service orientation), kemampuan menilai dan mengambil keputusan, fleksibiltas kognitif (cognitive flexibility), mengatur oranglain (people management), bekerjasa dengan orang lain (cordinating with other), dan memilki kecerdasan emosional yang baik (emotional intellegence).