“Bulan Ramadhan ibarat tamu agung bagi umat Islam. Tentu untuk menyambut seorang tamu agung, tidak cukup hanya dengan badan saja melainkan juga dibutuhkan bekal iman. Iman hanya bisa menjadi tuan rumah sang tamu (bulan Ramadhan) manakala dia (iman itu) sudah bersemayam di hati, dan bukan yang sedang jalan2 di luar hati”. Demikian pengantar tausiyah yang disampaikan oleh ust. Syatori Abdul Rauf kepada para dosen dan tendik Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Jumat, 12 Ramadhan 1440 H/17 Mei 2019 di Ruang Auditorium FPSB UII Lt.3.

Lebih jauh ust. Syatori menuturkan bahwa beberapa tahapan bisa dilakukan agar iman senantiasa bersemayam di dalam hati dan tidak sedang jalan-jalan, yakni dengan 1) Fathul Qalbi (membuka hati) , 2) Tazkiyatul Qalbi (membersihkan hati) dan 3) Tazyinul Qalbi (menghiasi hati).
Sepintas ust. Syatori menerangkan bahwa untuk Fathul Qalbi bisa dilakukan membuka dan menghadapkan hati ke arah akhirat, yakni menjadikan akhirat sebagai orientasi hidup. Namun demikian, hal ini tidaklah mudah. Perlu upaya-upaya keras untuk bisa menghadapkan hati ke akhirat, misalnya dengan menganggap biasa urusan dunia dan luar biasa terhadap semua urusan  akhirat, melihat dan menyimpulkan apapun dari sudut pandang akhirat dan bukan dari sudut pandang dunia, serta menjadikan akhirat sebagai kecintaan dan kerinduan hidup.

“Ramadhan adalah hamparan waktu yang Allah anugerahkan untuk kita agar seutuhnya kita menghadapkan hidup ini ke arah akhirat”, pungkasnya.