Menjadi seorang duta besar (dubes) ataupun seorang diplomat handal tentu menjadi harapan setiap mahasiswa yang memilih jenjang studi lanjut di program studi Hubungan Internasional (HI). Seorang duta besar mempunyai tugas mulia sebagai wakil negara dalam bernegosiasi ataupun menjalin hubungan kerjasama dengan negara lain. Namun perlu diketahui bahwa menjadi seorang duta besar bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Selain diperlukan ketrampilan bernegosiasi/berbicara juga perlu didukung oleh pengetahuan luas  terkait kewiraan dan wawasan kebangsaan. Selain itu, seorang duta besar juga memiliki tantangan global yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikan oleh Eko Hartono (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri) pada acara kuliah umum yang diselenggarakan oleh Prodi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis, 19 Oktober 2017 di GKU Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia sendiri memang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang politik maupun hubungan luar negeri dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara, sehingga  dalam kesempatan tersebut Eko Hartono banyak menyampaikan materi seputar politik luar negeri, seperti dasar hukum politik luar negeri Republik Indonesia, seputar sejarah politik luar negeri Republik Indonesia, politik luar negeri Republik Indonesia dan tantangan modern yang dihadapi, diplomasi rakyat dan peran rakyat,  serta penyampaian profil Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri. Adapun tantangan yang dihadapi  dalam diplomasi antara lain seperti terorisme, ketegangan di Timur Tengah, instabilitas negara teluk, gelombang pengungsi, knflik di laut China Selatan, MEA, proteksionisme perdagangan oleh negara besar dan juga ketidakberimbangan ekonomi global.

Eko Hartono sangat berharap agar nantinya ada banyak lulusan dari Prodi HI FPSB UII yang bergabung di Kemlu RI. Bahkan beberapa pertanyaan umum yang biasa ada dalam proses rekrutmen di Kemlu pun disampaikan kepada peserta.