Oleh : Diana RahmaQadari ————-

Saat ini media sosial menjadi lahan subur dan menarik bagi orang-orang yang sering memberikan judgement. Kemudahan bersosial media, membuat banyak orang menyampaikan persepsi dan ekspresi mereka secara terbuka. Yang sangat disayangkan penilaian dan prasangka terhadap orang lain menjadi hal yang lumrah untuk dilakukan di era milenia saat ini. Serangan sindiran melalui caption atau pun story dilakukan secara terang-terangan. Banyak orang yang lantas menyimpulkan sekehendak hati, berasumsi atas apa yang orang lain sedang jalani hanya dari sepotong informasi/kabar yang tampil di media sosial. Celakanya lagi, kadang asumsi yang dibangun sendiri menjadi pembenaran dan disampaikan pada teman/pihak yang lain. Read more

Oleh : Rizki Dian Nursita (Dosen Prodi HI FPSB UII) —–

Konflik di dunia saat ini telah mengalami pergeseran tren. Berdasarkan analisis dariCenter for Systemic Peace, sejak tahun 1950-an, terjadi penurunan jumlah konflik antar-negara. Namun, konflik intra-state justru mengalami peningkatan sejak awal abad ke-21. Ironisnya, konflik dan perang saudara justru menjadi tren di kawasan MENA (Middle East and North Africa) yang notabene merupakan negara dengan mayoritas muslim.     Dunia Islam dilanda sebuah “malaise”, lemas, dan tidak bertenaga. Gejala tersebut menyebar dan menimbulkan kemunduran moral serta kelumpuhan intelektual di kalangan masyarakat muslim. Read more

Oleh : Putri Asriyani ———————

Bagi sebagian orang nongkrong terkesan menghabiskan waktu dan tidak ada manfaatnya. Apalagi jika nongkrongnya di angkringan, kedai kopi, kafe atau tempat asyik lainnya. Menghamburkan uang sudah pasti, karena tidak mungkin ketempat-tempat tersebut hanya sekedar ngobrol ngalor-ngidul tanpa pesan makanan dan minuman. Nongkrong mempunyai sisi positif yang harus dipahami, yaitu sebagai ajang silaturahmi. Saat ada teman ngajak nongkrong, sudah pasti maksudnya adalah untuk menjaga silaturahmi. Hanya saja, agar benar-benar dimaknai sebagai silaturahmi sebaiknya obrolan yang dibahas adalah mengenai hal-hal yang bermanfaat tidak bertujuan untuk ghibah apalagi saling menyakiti. Hindari saling mengunggulkan cerita diri, cari topik-topik yang menarik misalnya mengenang apa saja yang sudah dilewati bersama-sama. Diantara manfaat silaturahmi disebutkan dalam Surat An-Nisa’ ayat 36 yang artinya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (An-Nisa’:36). Read more

Oleh : Astri Hapsari, S.S., M.TESOL ——————

Salah satu nama-nama terbaik dari Allah SWT adalah Al-Mujib- Dia yang Menjawab permohonan hambaNya. Allah SWT berfirman : “…Berdoalah  kepadaKu niscaya akan Aku perkenankan bagimu… “ (QS Ghafir (40) :60). Read more

Oleh : Fenty Puspitasari, S.Psi.—————–

Ibu, apa kabarmu?

Masihkah terdengar kalimat-kalimat sejenis di bawah ini mampir di harimu?

Kok si ibu itu rela ya anaknya diasuh pembantu yang lulusan SD? Padahal kan ibunya lulusan S1”

Ah tahu apa si ibu itu tentang anaknya. Kerjanya kan pergi pagi, pulang malam”

“Pantas ya anaknya nakal, ditinggal kerja terus oleh ibunya sihRead more

Oleh : Widodo Hesti Purwantoro —————

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berburu diartikan sebagai perbuatan mengejar atau mencari buruan yang diidentikan dengan hewan/binatang. Namun seiring berjalannya waktu, istilah berburu mengalami perluasan pemakaian. Tak lagi ditujukan hanya untuk hewan/binatang, kata “berburu” saat ini sering kita jumpai menempel atau menyertai istilah lainnya, seperti berburu masa depan, berburu diskon, berburu medali, berburu kuliner dan masih banyak lagi. Read more

Oleh : Hartiwi ———

Manusia selain sebagai makhluk individu juga merupakan makhluk sosial, di mana ia akan membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial, manusia tentunya tidak lepas dari berbagai permasalahan. Read more

Oleh : Willi Ashadi,S.H.I.,M.A. ———

Muqoddimah

Alhamdulillah, marilah senantiasa kita bersyukur kepada Allah swt dengan segala anugerah dan kenikmatan yang tiada terhingga. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada tauladan kita baginda Muhammad SAW. Semoga kita menjadi umat Rasulullah SAW yang konsisten dalam menjalani perintah Allah swt dan menjauhi segala larangan-Nya serta kita semua mendapat Syafa’at Rasulullah SAW di Yaumil Qiyamah kelak. Amiin Ya Robbal Alamiin. Read more

Oleh: Irma Windy Astuti ———-

Sejak dunia memasuki abad ke 21 masehi (21st century) yang secara khusus ditandai dengan perkembangan pesat ragam teknologi, mulai muncul berbagai ekspektasi dan tuntutan baru untuk kita yang hidup di era ini. Tuntutan yang juga ditujukan bagi dunia Pendidikan, dimana “sekedar” memiliki kemampuan literasi dan penguasaan terhadap konten/ bidang ilmu tertentu saja dirasa belumlah sufficient bagi seorang individu atau pembelajar untuk bisa sukses berkompetisi dalam realitas profesi dan kehidupannya di milenium ini. Read more

Oleh : Tri Sihono ———-

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Yang paling utama di antara kamu, ialah yang mempelajari Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya”. (HR Bukhori dari Usman r.a.).  Itulah pesan hadist yang mudah diingat namun tidak mudah dalam pelaksanaannya.  Banyak kendala dan tantangan, khususnya teknis sarana dan prasarana mengajarkannya. Read more