Salah satu tugas universitas Islam, baik UII maupun universitas Islam lainnya, adalah menghasilkan dan mengajarkan sains Islam (Islamic sciences). Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Hamid Hasan Bilgrami dan Sayid Ali Asyraf dalam bukunya yang berjudul The Concept of Islamic University. Kedua penulis di atas mengungkapkan bahwa sejumlah ciri universitas Islam. Di samping ciri-ciri konsep pendidikan yang berdasar tauhid, staf pengajar yang menjunjung tinggi nilai Islam, mahasiswa yang terseleksi secara moral dan akademis, pimpinan dan staf yang berdedikasi, salah satu ciri yang penting universitas Islam adalah mengembangkan dan mengajarkan sains yang berlandaskan al-Qur’an dan al-Hadits. Pertanyaan yang diajukan dalam tulisan ini: apakah yang dimaksud dengan sains Islam dan bagaimana mewujudkannya? Read more

OLeh : Rizki Farani, S.Pd., M.Pd. (Dosen Prodi PBI FPSB UII)

Teknologi telah terintegrasi ke dalam semua sektor kehidupan manusia namun tidak semua masyarakat siap dengan kemajuan teknologi tersebut. Akibatnya, beberapa fenomena penyimpangan teknologi sering terjadi, misalnya cyber bullying, penipuan, kekerasan, dll. Penyimpangan tersebut dapat terjadi ketika penggunaan teknologi dilakukan tanpa kontrol diri. Yusuf (2011) mengatakan bahwa esensi dari konsep teknologi antara lain: a) teknologi adalah alat; b) teknologi dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik; dan 3) teknologi membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial, dan politik tertentu. Pernyataan ini menjelaskan bahwa ada kepentingan-kepentingan tertentu yang mempengaruhi hadirnya teknologi dalam kehidupan manusia. “Kepentingan” inilah yang biasanya menjadi bumerang yang menyerang para pengguna teknologi. Oleh karena itu, setiap manusia perlu kekuatan kontrol diri yang baik sebelum menggunakan teknologi. Salah satu aspek yang kita perlukan dalam membangun kontrol diri adalah penguatan akhlak. Read more

Oleh : Subhan Afifi (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FPSB UII) ——

Setelah merayakan kegembiraan hari raya Idul Adha dan berqurban di bulan Dzulhijjah lalu, Saat ini kita berada dalam pertengahan salah satu bulan yang mulia, Bulan Muharram. Bulan pertama dalam kalender Hijriyah yang menghampiri kita setiap tahun ini, setidaknya mengingatkan kita tentang 2 pelajaran penting. Read more

Oleh : Muhammad Zulfikar Rakhmat (Dosen Prodi HI) —

Stories of Prophet Muhammad SAW have been narrated from various perspectives. Some depict him as a warrior, an ideal husband, a good leader while others, especially Islamophobes, depict him as a paedophile and a terrorist. In this short piece, however, I would like to take a unique approach by shedding light on how important Prophet Muhammad SAW is to me as an individual with disabilities and to other Muslims with disabilities around the world. Read more

Oleh : Dr.H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag. Psikoloog–

Beberapa tahun terakhir saya mendapat kehormatan untuk berbagi pengalaman dengan dosen sejumlah perguruan tinggi Islam tentang strategi memasukkan nilai Islam dalam perkuliahan. UIN Semarang, UMS Solo, UM Purwokerto, UIN Pekanbaru, Universitas Islam Riau, IAIN Jambi adalah beberapa universitas Islam yang bersemangat dan berbagi sharing dengan saya. Read more

Oleh :

Banatul Murtafi’ah, S.Pd., M.Pd —

Jika membuka mesin pencari di gawai Anda lalu memasukkan kata kunci adab mahasiswa terhadap dosen, maka Anda akan menemukan berbagai macam judul artikel yang serupa seperti: 5 Sikap yang Perlu Dipahami Mahasiswa Saat Bertemu Dosen, Etika Berkomunikasi Dengan Dosen hingga Etika Berinteraksi Di Dalam Kelas, Mengontak, dan Berjejaring dengan Dosen. Read more

Oleh : Dr. Rina Mulyati, S.Psi., M.Psi., Psikolog (Dosen Prodi Psikologi)

Interaksi manusia, baik antar individu (si A dan si B), maupun antar kelompok (kelompok Y dan kelompok Z) tidak dapat dilepaskan dari proses kognitif. Apa yang kita lihat dari orang lain, atau apa yang dilihat orang lain dari kita adalah sebuah “informasi”. Ia masuk ke dalam sebuah proses kognitif yang kemudian diproses oleh mekanisme berpikir kita untuk melahirkan sebuah kesimpulan. Kesimpulan ini bisa berupa penilaian yang dapat diukur dalam kerangka positif vs negatif. Misalnya kita punya teman yang cara bicaranya kasar. Cara bicara ini adalah sesuatu yang kita tangkap dari dia, kemudian kita proses dalam sistem berpikir kita, dan akan menghasilkan kesimpulan tertentu. Katakanlah kemudian kita menyimpulkan bahwa “oh teman saya ini orangnya pemarah”. Proses antara informasi tentang cara berbicara yang kasar hingga memunculkan penilaian bahwa subjek adalah orang yang pemarah adalah sebuah proses yang berlangsung di dalam kesadaran pikiran kita. Read more

Oleh :  Yulianti Dwi Astuti (Dosen Prodi Psikologi)—

Pandemi COVID-19 yang dialami masyarakat di hampir seluruh belahan dunia sejak akhir tahun 2019 merupakan ancaman bagi kebahagiaan keluarga. Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah masing-masing negara dalam mengatasi pandemi ini seperti lockdown maupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah menimbulkan perubahan dalam kehidupan sehari-hari setiap individu maupun keluarga. Orang-orang dewasa yang biasanya bekerja di kantor atau di luar rumah tiba-tiba harus menjalani Kerja dari Rumah atau bahkan dirumahkan tanpa dapat melakukan pekerjaan rutinnya karena tempat kerjanya (pabrik, mall, hotel, tempat-tempat wisata dll) harus ditutup selama pandemi. Read more

OLeh : Thobagus Mohammad Nu’man (Dosen Prodi Psikologi) —-

Semenjak awal tahun 2020 dunia dihebohkan dengan adanya virus New corona yang lebih dikenal dengan COVID-19 (corona virus diseas-19). Pada tanggal 11 Maret 2020, secara resmi World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Penetapan status pandemi tidak terlepas dari penyebaran COVID-19 yang sangat luas. Tidak kurang dari 126.000 orang di 123 negara, di seluruh benua dari Asia, Australia, Eropa, AS, hingga Afrika. Read more

Oleh : Ista Maharsi, S.S., M.Hum (Dosen Prodi PBI) —-

Manusia tidak akan pernah bisa hidup sendiri karena manusia tidak akan merasa cukup dengan dirinya. Dengan kondisi demikian, manusia membutuhkan orang lain untuk menggenapi keganjilan dirinya. Dalam hubungan antar manusia ini, pemenuhan kebutuhan yang bersifat saling menguntungkan, saling memberi, dan saling menerima menjadi tak terelakkan. Dalam istilah keilmuan, hubungan ini jamak disebut sebagai kehidupan sosial. Dalam kehidupan sosial ini, keadilan menjadi sebuah nilai yang paling penting dan utama dalam masyarakat. Read more