Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Berghof Foundation, Berlin, Jerman selenggarakan seminar ‘Potensi Kearifan Lokal dalam Transformasi Konflik di Indonesia’, Sabtu, 29 November 2014 di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, M.P.H. Kampus Terpadu UII. Hadir sebagai pemateri adalah Muzayin Nazaruddin, S.Sos., MA (Ka. Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII), Abdul Rohman, S.Sos., M.Si., MPA (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII), Zaki Habibi, S.IP., M.Comms (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII), dan Laila Kholid Alfirdaus dari Fakultas Ilmu Pemerintahan FISIP Univ. Diponegoro Semarang.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kasus kekerasan pada anak yang terus meningkatkan setiap tahunnya, maka mahasiswa program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan seminar dan outbond bertema Usaha Preventif Bullying dan Sexual Abuse dengan Pengetahuan Psikologi dan nilai Keislaman.

“Academic Writing for International Journal”. Demikian judul seminar internasional yang digelar oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai salah satu agenda dari Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) bersama dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), Sabtu, 16 Agustus 2014 di Auditorium FPSB UII. Kegiatan yang sengaja diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas karya tulis dosen dan mahasiswa pada Jurnal Internasional tersebut menghadirkan Prof. Jianhong MA (Zhejiang University) dan Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D (UII). Dosen Prodi Psikologi FPSB UII, Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A tampil sebagai moderator. Acara dibuka langsung oleh Dekan FPSB UII, Dr. rer. nat. Arief Fahmi, MA, HRM.

“Pesatnya perkembangan zaman saat ini, membuat para orangtua sudah mulai menyadari akan peranan pentingnya dalam mengasuh anak. Meskipun, tidak sedikit yang masih belum ‘proporsional’ dalam mengasuh/mendidik anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya, tahapan perkembangannya, bahkan ke’unik’-an yang dimiliki setiap anak-masih dianggap para orangtua sebagai sesuatu yang ‘kurang layak’ untuk diterima di lingkungan masyarakat, yang notabene baru bisa menerima anak-anak yang cenderung ‘normatif’ atau dalam standart umum”. Demikian prolog yang disampaikan oleh M. Ratna Ningrum Dyah Sri Rejeki, S.Psi saat berbagi materi ‘Langkah-langkah Penanganan Awal /bagi Anak Berkebutuhan Khusus’ dalam Seminar Anak Berkebutuhan Khusus: Deteksi dan Penangannya yang digelar oleh Pusat Kajian Anak dan Keluarga (PUSKAGA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Ahad, 8 Juni 2014 di Gedung Moh. Hatta (Perpustakaan) UII.

Masih dalam rangkaian agenda ‘Kampung Komunikasi 2014’, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia yang terhimpun dalam HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komunikasi) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Komunikasi, Selasa, 13 Mei 2014 di Auditorium Kahar Muzakkir Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia.

Sebagai lanjutan dari agenda Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), Senin, 18 November 2013 FPSB UII menerima kunjungan dari ketiga universitas tersebut. Kunjungan dalam rangka pengambilan data (observasi dan wawancara) ini diawali dengan penyelenggaraan seminar internasional di Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. Hadir sebagai pemateri adalah George E. Scholz (RELO-The U.S. Embassy), Prof. Jianhong MA (Zhejiang University) dan Dr.rer.nat Arief Fahmi, S.Psi., MA.HRM (FPSB UII). Herman Felani (dosen IP-FE UII) tampil sebagai moderator.

“Menurut saya sebenarnya simpel (baca: cara menjadi pemimpin yang baik), yakni bagaimana kita mau mendengar dan mengendus keinginan masyarakat. Caranya ya dengan turun langsung ke masyarakat. Yang paling penting buat saya adalah bagaimana medan kita kuasai, masalah kita kuasai, persoalan kita kuasai kemudian membuat policy, mendesain sebuah kebijakan dan kemudian kita laksanakan. Rakyat itu penginnya yang nyata-nyata kok. Kecil-kecil tapi riil, itu bisa lebih mereka rasakan”, ungkap orang nomor 1 di Jakarta, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan materi seminar “Memimpin dengan Hati” yang diselenggarakan dalam rangka Tujuh Dasawarsa (70 Thn) Universitas Islam Indonesia, Jumat, 28 Mei 2013 di Auditorium Abdul Kahar Muzakkir. Jokowi hadir bersama mantan Ketua MK, Prof. Dr. Mahfud MD dan mantan Ketum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif.

Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya Yogyakarta sukses sebagai tuan rumah penyelenggaran Seminar Nasional bertema ‘Peningkatan Kinerja Program Studi, Akreditasi dan Wawasan ASEAN Community 2015’, Seminar Internasional bertema ‘ASEAN Community 2015: Challenge for Communication Education’ serta Kongres Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) III pada tanggal 3-5 Juni 2013 di Griya Persada Hotel & Resort kawasan Kaliurang, Yogyakarta.

“Kemajuan teknologi informasi saat ini menjadikan kita mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk membangun jurnalisme warga. Kunci utamanya adalah membangun kedekatan dengan warga melalui identifikasi kebutuhan informasi dari warga”. Demikian ungkap Fajar Junaedi, M.Si saat menyampaikan materi Seminar bertema ‘Jurnalisme Warga (Citizen Jurnalism): Peluang dan Tantangan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Rabu, 26 Desember 2012. Selain Fajar Junaedi, M.Si., panitia penyelenggara juga mengundang staf pengajar Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si sebagai pembicara.

“Saat ini kekerasan terhadap jurnalis tidak hanya terjadi secara fisik tapi juga psikis. Sayangnya, kekerasan psikis (berupa tekanan/ancaman) justeru kadang dilakukan oleh para pemilik media tempat dimana seorang wartawan bekerja yang diakibatkan adanya kepentingan-kepentingan tertentu dari pemilik media tersebut. Bahkan peringkat kebebasan pers indonesia yang pernah menduduki peringkat 1 di Asia, saat ini terus merosot. Ini membuktikan bahwa kebebasan pers kita sedang berada di titik nadir”. Demikian kegelisahan yang diungkap Pito Agustin Rudian, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam Seminar Nasional “Refleksi Pers Indonesia 2012” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Senin, 26 November 2012 di Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu UII.