Penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoA) antara Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag., Psikolog dengan beberapa pengurus masjid (takmir) yang tersebar di kabupaten Sleman pada Rabu, 26 Februari 2020 menjadi bekal bagi terlaksanya program #FPSB Berdakwah tahun 2020. Program #FPSB Berdakwah sendiri rencana akan resmi di launching pada hari Jumat, 28 Februari 2020.

Dekan FPSB UII dalam kesempatan tersebut berharap agar kerjasama yang terjalin nantinya bisa saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sedangkan ketua Tim Desain Dakwah Eksternal Dosen dan Tendik FPSB UII selaku desainer ataupun konseptor program #FPSB Berdakwah, Dr. Subhan Afifi, M.Sc dalam paparannya mengingatkan kewajiban sesama umat muslim untuk saling beramar ma’ruf nahi munkar sebagaimana tertuang dalam (QS Aali-Imran 3:110):

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِۗ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS Aali-Imran 3:110)

Adapun tujuan diselenggarakannya program #FPSB Berdakwah tersebut diantaranya adalah untuk mengembangkan dakwah eksternal sebagai bagian dari peran Rahmatan Lil ‘Alamin FPSB UII dalam menggapai ridho dan kebarokahan dari Allah Ta’ala, mengembangkan kerjasama dalam progam pemberdayaan dengan masjid, sekolah dan lembaga sekitar FPSB UII, serta mengembangkan kotribusi dosen dan tenaga kependidikan FPSB dalam dakwah.

Sedangkan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain mengirimkan da’i/da’iyah dari dosen dan tenaga kependidikan FPSB UII untuk berperan serta dalam berbagai bentuk dakwah di masjid/sekolah/lembaga mitra, seperti pada khotbah Jum’at, pengajian umum, pengajian Muslimah, pengajian remaja, kultum Ramadhan maupun workshop/pelatihan  (Misal : Enterpreneurship, Manajemen Masjid,Parenting, Psikologi Keluarga, Literasi Media, Kaligrafi, Seni Baca Al-Qur’an, Media Kreatif, Bisnis Online,dll).

Dalam sesi sharing sesaat sebelum penandatanganan MoA, beberapa takmir mengeluhkan adanya fenomena remaja yang sudah enggan hadir di pengajian. “Selepas SD, biasanya mereka sudah tidak mau lagi hadir di TPA”, ungkap salah satu pengurus takmir. Beberapa pengurus pun berharap nantinya kajian yang disampaikan bisa dikemas dengan lebih menarik bagi para kaum milenial yang saat ini sudah sangat akrab dengan teknologi.