UII Towards World Class University

Belajar di Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan sebuah proses pencerahan pikiran yang memungkinkan para pembelajar untuk mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas kehidupan dan lingkungan sekitar di masa depan, atau dalam istilah lain menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan li al-‘alamiin). Dipandu oleh visi ini, UII, dengan jalan panjang sejarah kepemimpinan, keunggulan sumber daya dan pengalaman berkomitmen mencapai keunggulan dalam memberikan pendidikan.
Sejarah Singkat – Jalan Panjang Kepemimpinan
UII pada awalnya didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 1945 dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI) oleh beberapa tokoh nasional terkemuka, termasuk diantaranya Dr. Mohammad Hatta, K.H. Abdul Kahar Muzzakir, dan Mohammad Natsir . STI menjadi universitas nasional pertama yang kemudian berkembang menjadi sebuah universitas dan diubah namanya menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) pada tanggal 14 Desember 1947 untuk merespon meningkatnya permintaan untuk mengintegrasikan pengetahuan dengan ajaran-ajaran spiritual. Pada masa Perjuangan Nasional melawan pendudukan Belanda di Jakarta, UII kemudian dipindah ke Yogyakarta, tetapi dari pemindahan itu UII memperoleh kesempatan untuk berkembang. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, UII diperluas untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 22 fakultas, yang terletak tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga kota-kota lain seperti Surakarta, Klaten, Purwokerto, dan Gorontalo. Yang kemudian, cabang-cabang UII itu menjadi benih untuk tumbuhnya universitas publik di kota tersebut.
Sejak 1990-an, UII membangun Kampus Terpadu diatas lahan seluas 36 hektar yang terletak di daerah utara Yogyakarta (Jalan Kaliurang), sementara UII juga tetap mempertahankan empat kampus utama yang berlokasi di kota Yogyakarta. Lingkungan pendidikan di kampus terpadu ini memberikan atmosfir yang sangat baik dan menyenangkan untuk belajar dan menikmati kehidupan akademik. Masjid, pusat olahraga, aula, auditorium, rumah sakit dan pusat konvensi mahasiswa merupakan sebagian dari fasilitas unggulan yang tersedia di kampus. Saat ini, UII sebagai salah satu universitas Islam terkemuka di Indonesia dan dengan sejarahnya yang unik dan kepemimpinan yang kuat bisa menarik ribuan mahasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia
Program Unggulan – Landasan Kuat Nilai Keislaman
Saat ini, UII memiliki sekitar 20,000 mahasiswa dan setiap tahun sekitar 3,300 mahasiswa baru yang terdaftar. Dari 40 program akademik yang ditawarkan, 26 merupakan program strata satu (S1) termasuk 5 (lima) program internasional, 9 program profesi, magister, program doktor, dan sisanya adalah program diploma. Sebagian besar program telah mendapatkan nilai A (sangat baik) dan B (baik) oleh Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Beberapa program studi, khususnya rancangan kurikulum dan mata kuliah yang bermuatan nilai keislaman, merupakan salah satu keunggulan UII yang ditawarkan bagi calon mahasiswa. Misalnya, Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi (Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi) menawarkan program internasional International Program yang menawarkan mata kuliah yang berkaitan dengan nilai keislaman seperti Islamic Thought, Islamic Economics, Islamic Law, Indonesian Business Practices dan Islamic Business Practices. Fakultas Kedokteran juga menawarkan mata kuliah Family Medicine dan Islamic Medicine yang dapat memperkaya pemahaman mahasiswa dalam ilmu kedokteran umum secara lebih komprehensif.
Keunggulan Infrastruktur–Menyeimbangkan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Penelitian dan praktikum merupakan instrumen penting dalam menyalurkan, mengembangkan, dan meningkatkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, UII menyediakan 74 laboratorium dan sejumlah besar pusat penelitian bagi mahasiswa dan dosen. Selain Perpustakaan Pusat yang terletak di Kampus Terpadu UII yang melayani di tingkat universitas, tersedia juga perpustakaan di tingkat fakultas dan pusat penelitian di UII. Lebih dari 250,000 buku dan majalah yang meliputi sejumlah besar literatur ilmu pengetahuan yang tersedia di perpustakaan tersebut. E-books dan jurnal-jurnal online yang menyediakan akses ke ribuan terbitan berkala sangat memperluas jangkauan pengetahuan dalam perpustakaan ini. Teknologi informasi sangat mendukung peningkatan kapasitas mahasiswa UII untuk memperoleh pengetahuan dan meningkatkan pembelajaran kolaboratif. E-learning ini disediakan bagi banyak mata kuliah sementara fasilitas hot spot juga telah tersedia di lingkungan kampus.
Beberapa penelitian telah mendapatkan penghargaan dan pengakuan internasional. Penelitian tentang Earthquake Resistance Building misalnya dilakukan oleh pusat penelitian di Teknik Sipil yang ditujukan untuk mengembangkan perumahan tahan gempa yang didanai oleh Pemerintah Jepang dan GAP Inc.USA (2007) serta Asian Development Bank (2006).
Dalam kaitannya dengan pengabdian masyarakat, baru-baru ini Program Studi Arsitektur bekerjasama dengan Faculty of Architecture, Building and Planning, University of Melbourne dan komunitas kampung di Yogyakarta telah mengadakan Kampung and Urban Art Festival (2007). Pos Pemulihan Gempa Yogyakarta (Yogyakarta Arch-Quick Response) juga dilakukan oleh UII bekerjasama dengan Yogyakarta Earthquake Response untuk melakukan pemetaan kerusakan darat, perencanaan pemulihan dan asistensi untuk komunitas internasional seperti UNDP, CHF, IOM pada tahun 2006 -2007. Berkaitan dengan permasalahan gempa bumi, UII juga mengadakan Program Rehabilitasi untuk Siswa SD dan SMP pasca gempa 2006 yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran bekerjasama dengan Yayasan Kusuma Buana (YKB) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat lainnya, UII juga mengadakan Pelatihan Hak Asasi Manusia (HAM) yang diadakan oleh PUSHAM UII bekerjasama dengan University of Oslo, Norway (2006). Dibuktikan dengan luasnya lingkup penelitian dan pengabdian masyarakat, UII memperoleh pengakuan sebagai salah satu universitas yang menerima hibah jumlah terbesar dari pemerintah terutama dari Departemen Pendidikan Nasional dan Menteri Riset dan Teknologi. Selama lima tahun terakhir, UII menerima lebih dari 50 miliar rupiah dan sedikitnya 15 miliar rupiah selama tiga tahun ke depan untuk perbaikan beberapa unit di tingkat universitas maupun di berbagai departemen dan pusat penelitian. Hibah ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam kemajuan sarana, prasarana dan keterampilan untuk pengajaran dan penelitian.
*Selengkapnya Kunjungi www.uii.ac.id