ja_mageia

Selamat Datang di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia
Gestalt Selenggarakan Workshop Islamic Hypnotherapy PDF Print E-mail
Written by Widodo Hesti Purwantoro   
Thursday, 24 December 2009 23:42
Image
Drs. Asep Haerul Gani saat sampaikan Islamic Hypnotherapy di FPSB UII
Bertempat di Ruang Auditorium FPSB UII pada hari Senin dan Selasa tanggal 21-22 Desember 2009 sekelompok mahasiswa Prodi Psikologi yang menamakan dirinya Lingkar Studi GESTALT menyelenggarakan Workshop Islamic Hypnotherapy dengan menghadirkan Drs. Asep Haerul Gani sebagai pembicara. Kegiatan yang diikuti tak kurang dari 25 orang peserta ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai Hypnotherapy sebagai kegiatan ilmiah dan terapi yang dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan ummat

Seperti kita ketahui bersama bahwa masyarakat awam saat ini masih beranggapan jika Hypnosis dalam terapy atau hypnotherapy merupakan sebuah proses negatif yang berkaitan dengan mistik, magic, klenik, tahayul atau yang berbau khurafat. Padahal, jika ditinjau dari kajian akademis, hypnotherapy masuk dalam bidang psikologi dan psikoterapi atau tepatnya dalam kajian psikologi kognitif dan psikoterapi kognitif. Hypnotherapy merupakan sebuah solusi yang didasarkan pada teknik-teknik pengungkapan permasalahan yang dihadapi oleh seseorang dimana setelah seseorang tersebut menemukan permasalahannya maka diharapkan dirinya mampu menemukan solusinya sendiri. Jadi hypnosis sebenarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi dengan alam bawah sadar (subconcius) manusia yang sebenarnya memiliki potensi lebih

Image
Seorang peserta sedang menjalani hypnotherapy
besar dalam mempengaruhi keadaan/perilaku manusia hingga 88 %.

Saat ini, hypnotherapy telah banyak bermanfaat membantu memecahkan berbagai persoalan hidup atau melakukan pemrograman diri menjadi yang lebih baik. Pada hari pertama dalam workshop tersebut, kang Asep (panggilan akrab Asep Haerul Gani) menyampaikan kajian tentang sejarah hypnotherapy, teori-teori yang berhubungan dengan hypnotherapy, pengenalan dan sekaligus pemanfaatan hypnotherapy, kajian hypnotherapy menurut agama Islam dan juga mengupas mitos-mitos yang menyertai proses hypnotherpay. 

Sedang pada hari kedua, kang Asep memberikan cara-cara melakukan proses hipnotherapy kepada para peserta. Beberapa peserta dengan sukarela mengajukan dirinya untuk diterapi dalam rangka memperoleh penyegaran psikis. Selain itu, kang Asep juga menjelaskan kepada peserta tentang trance atau klesurupan. Menurutnya, proses kesurupan lebih dikarenakan sebagai bentuk mencari  perhataian terhadap orang-orang di sekitarnya. ”Jika terjadi sebuah trance/kesurupan, maka yang pertama Anda lakukan adalah jangan sampai Anda memiliki perasaan takut terhadap proses kesurupan tersebut. Anggap semuanya sebagai sesuatu yang biasa dan sikapi keadaan tersebut dengan rileks bahkan bercanda. Jangan sekali-kali panik atau takut, itu aja prinsipnya. Sedang jika terjadi kesurupan secara masal, misalnya di sekolah maka yang harus dilakukan adalah segera memisahkan antara siswa yang kesurupan dengan yang belum. Setelah itu, kunci anak-anak yang kesurupan tersebut dalam sebuah ruangan dan jangan ditonton. Cukup satu orang aja untuk mengawasi ruangan tersebut. Pasti nanti mereka akan sembuh dengan sendirinya”, ungkap kang Asep. Praktisi NLP ini juga menambahkan pentingnya memberikan edukasi hypnotherapy kepada para guru. Dia beranggapan bahwa guru sangat berperan dalam sebuah proses kesurupan terkait dengan tekanan-tekanan yang diberikan kepada para siswa.   

Dalam sebuah hypnosis, solusi yang ditemukan biasanya berasal dari dalam diri seseorang itu sendiri.  Di sini, seorang pasien atau klien akan lebih mengetahui nilai yang tepat untuk dirinya dari beberapa pilihan nilai yang dimilikinya. Permasalahan yang kemudian adalah apakah nilai yang dipilih sudah sesuai baginya dan juga orang lain di sekitarnya? Di sinilah peran nilai sebuah agama.

Islam merupakan agama terakhir yang paling sempurna dengan berbagai aturan yang terkait dengan perilaku dan tindakan manusia. Islam sangat menganjurkan dan bahkan membimbing seseorang untuk menggunakan potensi yang ada dalam dirinya dengan tetap disesuaikan dengan aturan hablumminallah yang berlaku. Hal ini berarti bahwa segala sesuatu tetap akan dikembalikan kepada Allah swt. Perpaduan antara Hypnotherapy dan nilai-nilai Islam inilah yang akan memberikan sebuah hasil maksimal dalam proses hypnosis. Ini yang dimaksud dengan Islamic Hypnotherapy