Gandeng AJI Jogja, Prodi Komunikasi Gelar Seminar Nasional Peringatan 19 Tahun Kematian Udin

Dalam rangka memperingati 19 tahun kasus meninggalnya (baca: pembunuhan) wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudiin alias Udin yang diduga terkait erat dengan profesi jurnalisnya, Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Aliansi Jurnalistik Independen Jogja menggelar Seminar Nasional bertema “Menghentikan Kekerasan Terhadap Jurnalis dan Penuntasan Kasus Udin” di R. Auditorium UII Jl. Cik Di Tiro Yogyakarta, 21 Agustus 2015.

Hadir sebagai narasumber adalah Imam Wahyudi (Anggota Dewan Pers), Siti Noor Laila (Komisioner Komnas HAM), Tri Wahyu KH (Koalisi Masyarakat Untuk Udin) dan Aryo Wisanggeni (AJI Indonesia). Mantan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII, Masduki, S.Ag., MA dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi bersama AJI Jogja akan senantiasa memperingati kasus kematian udin sebagai salah satu upaya mengingatkan kembali masyarakat dan juga aparat terhadap PR yang belum selesai diungkap tersebut. Bahkan, Masduki juga menyampaikan gagasan tentang kemungkinan mengusulkan alm. Udin sebagai pahlawan nasional bidang pers/jurnalis sebagai salah satu upaya juga untuk mengingatkan sekaligus mengungkap kasus tersebut. Selain itu, Masduki juga mengajak peserta untuk senantiasa menjaga independensi jurnalis yang berani menyampaikan informasi-informasi penting meski pun mengandung resiko tinggi.

Sementara Siti Noor Laila selaku Komisioner Komnas HAM mengajak wartawan agar berupaya meminimalisir potensi resiko kekerasan yang bisa terjadi saat menjalankan tugas dengan senantiasa meningkatkan profesionalisme (termasuk tanggap akan situasi saat menjalankan tugasnya). Menurutnya para jurnalis yang bekerja secara profesional dengan memegang teguh kode etik jurnalistik mendapat perlindungan hukum oleh negara.

Kampung Komunikasi Selenggarakan Seminar Nasional bertema ‘Taklukan Dunian dengan Kreativitas’

Personal branding erat hubungannya dengan kemampuan seseorang mengemas dirinya untuk ditunjukkan pada orang lain. Terkadang juga diperlukan untuk membangun pencitraan dengan goal-goal tertentu. Reputasi seseorang dibangun melalui repetisi yang dia lakukan. Oleh karenya berhati-hati saat menggunakan sosial media (facabook , twitter, path, dll) juga sangat diperlukan. Sosial Media ibarat ruangan besar yang sangat ramai dilihat oleh banyak orang. Apa yang disampaikan perlu kehati-hatian dan usahakan menggunakan sosial media sebagai alat untuk branding. Demikian ungkap Bernard Batubara saat menyampaikan materi ‘Membangun Personal Branding’ dalam Seminar Nasional Kampung Komunikasi bertema Taklukan Dunia dengan Kreativitas, Kamis, 28 Mei 2015 di Auditorium Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII.

Seminar nasional tersebut merupakan bagian dari agenda Kampung Komunikasi bertema ‘Brand your Creativity’ yang digelar oleh Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia. Selain Bernard Batubara, seminar juga menghadirkan Pandji Pragiwaksono yang membawakan materi berjudul ‘Ide Kreatif Bukan Hanya Menghibur tetapi juga Memotivasi Bangsa’.

Bersamaan dengan penyelenggaaraan seminar tersebut, panitia penyelenggara juga mengumumkan hasil lomba yang sudah diselenggarakan, seperti lomba esay, lomba film pendek, lomba debat PR, dan beberapa kategori lomba lainnya. Selamat dan sukses untuk kegiatan Kampung Komunikasi 2015…!

Seminar ACCES : Pentingnya Kebudayaan dalam Pendidikan

Pendidikan Nasional kita saat ini kehilangan arah. Ini dikarenakan pendidikan kita sudah meninggalkan budaya. Pendidikan kita saat ini juga terlalu akomodatif terhadap pengaruh asing (internasionalisasi sekolah), terlalu managerial dan pragmatis, serta lebih condong ke arah kapitalistik dan liberalistik. Kondisi ini disampaikan oleh salah satu tokoh pendidikan nasional kita, yakni Prof. Darmaningtyas dalam acara Seminar ACCES (Indonesia Art, Social, Culture and Education Seminar) yang digelar oleh Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu, 11 April 2015 di Auditorium Porf. Abd. Kahar Mudzakkir kampus Terpadu UII.

Lebih jauh, sosok bersahaja asal Gunung Kidul itu menyampaikan pentingnya kebudayaan dalam pendidikan. Bahkan, menurutnya kebudayaan dan pendidikan itu ibarat 2 sisi mata uang yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. “Pendidikan itu merupakan proses kebudayaan. Di satu sisi pendidikan berbasis pada budaya bangsa, tapi di sisi lain pendidikan berfungsi mengembangkan kebudayaan budaya bangsa untuk membangun karakter bangsa maupun kreativitas dan produktivitas masyarakat”, paparnya.

Penulis buku ‘Tolak RUU BHP, Tirani Kapitalisme dalam Pendidikan, ‘Utang dan Korupsi, Racun Pendidikan’, ‘Pendidikan yang Memiskinkan’ dan juga buku berjudul ‘Pendidikan Rusak-rusakan’ ini juga mengkritisi kondisi bangsa kita saat ini yang kurang mengenali kebudayaannya sendiri, kurang menghargai kebudayaan sendiri dan silau dengan kebudayaan Barat, Timur Tengah dan juga dari Korea, serta kurangnya mencintai kebudayaan sendiri. “Mencintai baru sebatas klangenan, belum mampu menjadikan spirit kehidupan yang kemudian melahirkan kreativitas dan produktivitas melalui ekonomi kreatif seperti halnya Korea Selatan atau India”, tambahnya.

Selain menghadirkan Prof. Darmaningtyas selaku pakar pendidikan sebagai pemateri, panitia seminar juga menghadirkan budayawan Jogja, Ki Herman Sinung Janutama serta comicus (stand up comedy) yang cukup terkenal, Kemal Palevi untuk memberi warna tersendiri.

Dari penyelenggaraan seminar tersebut, Hans Mahenta Fadli selaku ketua panitia berharap agar nantinya acara tersebut mampu menumbuhkan benih-benih pemahamanan kepada peserta tentang pentingnya seni untuk membentuk karakter bangsa (baca: karakter bangsa yang positif). Benih-benih tersebut nantinya juga diharapkan akan terus berkembang melalui kegiatan-kegiatan lanjutan yang diadakan oleh lembaga mahasiswa.

Prodil Ilkom FPSB UII-Berghof Foundation Selenggarakan Seminar Potensi Kearifan Lokal dalam Transformasi Konflik di Indonesia

Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Berghof Foundation, Berlin, Jerman selenggarakan seminar ‘Potensi Kearifan Lokal dalam Transformasi Konflik di Indonesia’, Sabtu, 29 November 2014 di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito, M.P.H. Kampus Terpadu UII. Hadir sebagai pemateri adalah Muzayin Nazaruddin, S.Sos., MA (Ka. Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII), Abdul Rohman, S.Sos., M.Si., MPA (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII), Zaki Habibi, S.IP., M.Comms (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII), dan Laila Kholid Alfirdaus dari Fakultas Ilmu Pemerintahan FISIP Univ. Diponegoro Semarang.

MAPPRO Seminarkan Bullying dan Kekerasan Seksual

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kasus kekerasan pada anak yang terus meningkatkan setiap tahunnya, maka mahasiswa program Magister Psikologi Profesi (MAPPRO) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan seminar dan outbond bertema Usaha Preventif Bullying dan Sexual Abuse dengan Pengetahuan Psikologi dan nilai Keislaman.

FPSB Seminarkan Penulisan Karya Ilmiah untuk Jurnal Internasional

“Academic Writing for International Journal”. Demikian judul seminar internasional yang digelar oleh Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai salah satu agenda dari Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) bersama dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), Sabtu, 16 Agustus 2014 di Auditorium FPSB UII. Kegiatan yang sengaja diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas karya tulis dosen dan mahasiswa pada Jurnal Internasional tersebut menghadirkan Prof. Jianhong MA (Zhejiang University) dan Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D (UII). Dosen Prodi Psikologi FPSB UII, Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., M.A tampil sebagai moderator. Acara dibuka langsung oleh Dekan FPSB UII, Dr. rer. nat. Arief Fahmi, MA, HRM.

PUSKAGA Gelar Seminar Anak Berkebutuhan Khusus: Deteksi dan Penanganannya.

“Pesatnya perkembangan zaman saat ini, membuat para orangtua sudah mulai menyadari akan peranan pentingnya dalam mengasuh anak. Meskipun, tidak sedikit yang masih belum ‘proporsional’ dalam mengasuh/mendidik anak sesuai dengan potensi yang dimilikinya, tahapan perkembangannya, bahkan ke’unik’-an yang dimiliki setiap anak-masih dianggap para orangtua sebagai sesuatu yang ‘kurang layak’ untuk diterima di lingkungan masyarakat, yang notabene baru bisa menerima anak-anak yang cenderung ‘normatif’ atau dalam standart umum”. Demikian prolog yang disampaikan oleh M. Ratna Ningrum Dyah Sri Rejeki, S.Psi saat berbagi materi ‘Langkah-langkah Penanganan Awal /bagi Anak Berkebutuhan Khusus’ dalam Seminar Anak Berkebutuhan Khusus: Deteksi dan Penangannya yang digelar oleh Pusat Kajian Anak dan Keluarga (PUSKAGA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Ahad, 8 Juni 2014 di Gedung Moh. Hatta (Perpustakaan) UII.

Prodi Ilmu Komunikasi Gelar Seminar Nasional

Masih dalam rangkaian agenda ‘Kampung Komunikasi 2014’, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia yang terhimpun dalam HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komunikasi) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Komunikasi, Selasa, 13 Mei 2014 di Auditorium Kahar Muzakkir Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia.

FPSB Selenggarakan Seminar Internasional CRCEP

Sebagai lanjutan dari agenda Cross-Cultural Research Collaboration and Exchange Program (CRCEP) antara Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Zhejiang University (Hangzhou), dan Zhejiang University of Technology (Hangzhou), Senin, 18 November 2013 FPSB UII menerima kunjungan dari ketiga universitas tersebut. Kunjungan dalam rangka pengambilan data (observasi dan wawancara) ini diawali dengan penyelenggaraan seminar internasional di Gedung Mohammad Hatta Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia. Hadir sebagai pemateri adalah George E. Scholz (RELO-The U.S. Embassy), Prof. Jianhong MA (Zhejiang University) dan Dr.rer.nat Arief Fahmi, S.Psi., MA.HRM (FPSB UII). Herman Felani (dosen IP-FE UII) tampil sebagai moderator.

UII Gelar Seminar “Memimpin dengan Hati”

“Menurut saya sebenarnya simpel (baca: cara menjadi pemimpin yang baik), yakni bagaimana kita mau mendengar dan mengendus keinginan masyarakat. Caranya ya dengan turun langsung ke masyarakat. Yang paling penting buat saya adalah bagaimana medan kita kuasai, masalah kita kuasai, persoalan kita kuasai kemudian membuat policy, mendesain sebuah kebijakan dan kemudian kita laksanakan. Rakyat itu penginnya yang nyata-nyata kok. Kecil-kecil tapi riil, itu bisa lebih mereka rasakan”, ungkap orang nomor 1 di Jakarta, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan materi seminar “Memimpin dengan Hati” yang diselenggarakan dalam rangka Tujuh Dasawarsa (70 Thn) Universitas Islam Indonesia, Jumat, 28 Mei 2013 di Auditorium Abdul Kahar Muzakkir. Jokowi hadir bersama mantan Ketua MK, Prof. Dr. Mahfud MD dan mantan Ketum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif.